Menteri Arab bahas pengiriman pengamat ke Suriah
Jumat, 10 Februari 2012 12:33 WIB | 1614 Views
Kairo (ANTARA News/Xinhua-OANA/AFP) - Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Bin Helli mengatakan, usulan untuk membentuk delegasi pengamat ke Suriah, dalam koordinasi dengan PBB, akan dibahas dalam pertemuan menteri Arab pada Ahad, kata kantor berita Mesir MENA Kamis.
Helli mengatakan, berita-berita tentang Liga Arab akan menarik misi pengamatnya dari Suriah atau menghentikan pekerjaan mereka adalah "gosip oleh media".
Ia mengatakan, para pengamat masih berlibur sampai para menteri Arab memberikan keputusan mereka dalam hal ini.
Dia menambahkan bahwa para menteri cenderung akan membahas dalam pertemuan mereka mengenai perkembangan terakhir di Suriah, tindakan Arab di bidang diplomatik dan politik, selain mengaktifkan dan mengembangkan misi pengamat ke Suriah.
Semua negara Arab memiliki hak untuk berpartisipasi atau tidak dalam proses pengamatan itu, dan 13 dari 22 negara Arab telah bergabung dalam misi, kata Helli menambahkan.
Sementara itu Sekjen PBB Ban Ki-moon pada Rabu mengatakan, Liga Arab bermaksud untuk memulai kembali misi pengamatannya di Suriah di mana pasukan pemerintah telah membunuh ribuan warga sipil.
Ban mengatakan kepada wartawan, pimpinan Liga Arab telah mengatakan kepadanya mengenai rencana untuk menghidupkan kembali misi pemantauan dan meminta kegiatan itu menjadi operasi bersama Liga Arab-PBB.
Liga Arab menunda tugas pengamat di Suriah pada 28 Januari karena
kekerasan yang meningkat oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad terhadap aksi-aksi protes di kota-kota penting.
Banyak negara menarik diri sepenuhnya pengamat mereka.
Ban mengatakan, ia berbicara dengan Sekjen Liga Arab Nabil al-Arabi melalui telepon, pada Selasa.
"Dia memberitahu saya bahwa dia berniat untuk mengirimkan kembali misi pengamat Liga Arab ke Suriah dan meminta bantuan PBB," kata pemimpin PBB.
"Lebih lanjut ia menyarankan agar kita mempertimbangkan misi pengamat bersama di Suriah, termasuk utusan khusus bersama."
Pemimpin PBB mengatakan, konsultasi-konsultasi akan diselenggarakan dengan para anggota Dewan Keamanan PBB dalam beberapa hari mendatang "sebelum menyempurnakan rincian-rincian" berkaitan dengan masalah itu.
Ban mengecam kegagalan 15-negara anggota dewan keamanan untuk menyetujui resolusi tentang Suriah, dan mengatakan kegagalan itu telah menjadi "bencana" bagi rakyat di negara itu.
Rusia dan China memveto resolusi, Sabtu, yang akan mendukung
rencana Liga Arab untuk mengakhiri tindakan keras mematikan di Suriah.
"Hal itu telah mendorong pemerintah Suriah untuk meningkatkan perangnya terhadap warganya sendiri," kata Ban mengenai veto tersebut.
(H-AK)Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com