Bangkok (ANTARA News) - Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra Kamis mengesampingkan tuduhan oleh pemimpin "Baju Merah" anti-kemapanan bahwa kudeta lain sedang dirancang untuk menggulingkan pemerintah Thailand yang dipimpin Pheu Thai.

Sebelumnya, pemimpin Baju Merah dan anggota parlemen dari Partai Pheu Thai Jatuporn Prompan mengatakan, ia menerima laporan bahwa akan ada kudeta pada April dan bahwa dia meminta para pendukung Baju Merah siap untuk melakukan protes jalanan terhadap pelaku kudeta.

Perdana Menteri Yingluck mengatakan, komentar Jatuporn itu mungkin hanya dimaksudkan sebagai pencegah dan bahwa dia tidak punya laporan tentang kemungkinan kudeta.

Dia mengatakan bahwa sejak para pemimpin angkatan bersenjata telah berulang kali menegaskan tidak akan ada kudeta, semua orang harus yakin bahwa penurunan kekuasaan itu tidak akan terjadi.

Mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, abang Yingluck, digulingkan oleh kudeta militer pada tahun 2006. Kudeta menyebabkan terbentuknya gerakan Baju Merah.

"Jatuporn, saat membuat komentar seperti itu, hanya mungkin ingin mengingatkan hal itu sebelum terjadi. Karena setiap orang telah memberikan jaminan bahwa kudeta tidak akan terjadi, hal ini harus diakhiri," kata Bangkok Post mengutip pernyataan perdana menteri.

Ditanya apakah dia akan menegur Jatuporn, Yingluck mengatakan, itu adalah hak Jatuporn untuk menyatakan pendapatnya.

(H-AK/H-RN)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar