Jakarta (ANTARA News) - Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh sekitar 6,3 persen hingga 6,7 persen pada tahun 2012.

"Saat ini inflasi 3,9 persen, maka diperkirakan perekonomian berkisar antara 6,3 persen sampai dengan 6,7 persen," kata Perry usai acara seminar dan peluncuran buku bertajuk "Indonesia: Sustaining Growth During Global Volatility" di Gedung BI, Jakarta, Jumat (10/2).

Perry menambahkan kondisi ekonomi Indonesia juga masih terbilang kondusif.

"Hal ini terbukti dengan adanya cadangan devisa sebesar USD112 miliar. Kita tidak perlu bantuan dana. Jumlah ini jauh lebih cukup," kata Perry.

Terkait investasi, lanjut Perry, pada 2012 akan menunjukkan peningkatan, khususnya pada sektor telekomunikasi dan transportasi.

"Kami akan terus mendorong investasi dalam dua sektor tersebut, serta meningkatkan kapasitas produksi," kata Perry.

Dengan inflasi yang masih terkendali, cadangan devisa yang cukup serta investasi yang tengah meningkat, Perry berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 bisa lebih tinggi.

(R027)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar