Jakarta (ANTARA News) - Ketua MPR RI Taufiq Kiemas meresmikan pendirian Taman Perdamaian Hamoni untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di halaman Komplek MPR/DPR/DPD RI di Jakarta, Jumat.

Peresmian pendirian Taman Perdamaian Harmoni untuk NKRI ini ditandai dengan penanaman bibit pohon secara simbolik oleh Ketua MPR RI Taufiq Kiemas, Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Ketua Presidium Inter Religions Council Indonesia Din Syamsuddin, serta tokoh lintas agama.

Ketua Presidium Inter Religions Council (IRC) Indonesia, Din Syamsuddin mengatakan, penanaman pohon pada Taman Perdamaian Harmono untuk NKRI merupakan bagian dari program Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada pekan kerukunan antarumat beragama sedunia.

Program PBB ini, kata dia, telah dilaksanakan oleh PBB dan negara-negara anggota PBB di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, pekan kerukunan antarumat beragama ini diselenggarakan bersama dengan MPR RI dan Kementerian Kehutanan, yang sama-sama memiliki kepentingan dan kepedluian.

Ia menjelaskan, bagi IRC Indonesia kepentingan dan kepeduliannya adalah memelihara kerukunan antarumat beragama dan hal ini juga menjadi kepentingan MPR RI melalui program empat pilar kehidupan berbangsa dan beragama.

Salah satu wujud kerukunan antarumat beragama dicanangkan melalui taman perdamaian harmoni untuk NKRI yang lokasinya ditetapkan di halaman Komplek MPR/DPR/DPD RI.

Penamanan pohon dan penghijauan, menurut Din, merupakan tugas dan fungsi Kementerian Kehutanan, sehingga dalam kegiatan ini juga melihatkan Kementerian Kehutanan.

Pada pencanangan pekan taman perdamaian harmoni untuk NKRI ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh lintas agama dari organisasi keagamanan, seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kenferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi), Perhimpunan Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin).

Ketua MPR RI, Taufiq Kiemas mengatakan, penanaman bibit pohon ini sebagai simbol kerukunan antarumat beragama di dunia, khususnya di Indonesia.

Menanam pohon untuk kelestarian lingkungan, selanjutnya bukan hanya tugas tokoh lontas beragama, tapi harus menjadi kesadaran seluruh bangsa Indonesia.

Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan mengatakan, tokoh lintas agama menanam bibit pohon berarti sudah membantu tugas Kemnterian Kehutanan.

Gerakan menanam bibit pohon ini, menurut dia, merupakan gerakan penghijauan yang menguntungkan bagi seluruh bangsa Indonesia.

(R024)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar