Manado (ANTARA News) - Pemerintah Kota Tomohon, Sulawesi Utara, membagikan 900 masker kepada warga kota setelah meletusnya Gunung Lokon pada Jumat (10/2) sekitar pukul 08.20 WITA.

"Tadi kami telah membagikan masker bersama Palang Merah Indonesia sebagai upaya mencegah penyakit infeksi saluran pernafasan," kata Wali Kota Tomohon Jemmy F Eman.

Eman mengatakan, hujan debu di Kota Tomohon cukup tebal namun tidak mengakibatkan kelumpuhan ekonomi di kawasan pusat kota.

"Warga atau pengendara kami berikan masker, debu memang cukup tebal, namun tidak melumpuhkan aktivitas warga. Pertokoan dan arus lalu lintas tidak terpengaruh," katanya.

Setelah terjadi letusan Gunung Lokon, menurut Eman, aktivitas warga yang berada di daerah rawan bencana seperti Kelurahan Kinilow I, Kinilow dan Kelurahan Kakaskasen I di Kecamatan Tomohon Utara sudah kembali normal.

"Aktivitas warga di daerah rawan bencana sudah pulih, dan warga sudah kembali bekerja seperti semula," katanya.

Meski demikian Eman mengimbau warga tetap meningkatkan kesiapsiagaan pascarekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung agar warga tidak melakukan aktivitas di radius bahaya 2,5 kilometer dari kawah Tompaluan, Gunung Lokon.

"Pemerintah kota hingga kelurahan pasti akan bertindak cepat apabila ada kemungkinan terjadinya peningkatan aktivitas. Kami berterima kasih karena hingga kini komunikasi terus berjalan baik," katanya.

Sekretaris Provinsi Sulut Siswa Rachmat Mokodongan mengatakan pemerintah provinsi telah mengambil langkah yang diperlukan setelah Gunung Lokon meletus.

"Kalau pada akhirnya ada warga yang harus diungsikan, kami akan membantunya. Pemerintah provinsi juga siap memberikan bantuan sesuai dengan prosedur ketika terjadinya bencana," kata Mokodongan.

Menurut Mokodongan, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Sulut masih siaga di daerah-daerah rawan bencana.

"Keberadaan warga yang ada di radius bahaya terus kami pantau. Tim akan berada di sana hingga aktivitas Gunung Lokon benar-benar sudah menurun," katanya.

Pada Jumat (10/2) sekitar pukul 08.20 WITA, Gunung Lokon kembali meletus dan memuntahkan material debu vulkanik setinggi 2.000 meter diiringi lontaran material pijar di sekitar kawah.

Permukiman penduduk di sebagian wilayah Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa tertutup debu dengan ketebalan sekitar 0,5 centimeter. Sebelum meletus, Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu merekam sekitar 300 gempa vulkanik dalam dan dangkal.

(G004/E005)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar