Beli pesawat kepresidenan lebih murah dibanding sewa
Jumat, 10 Februari 2012 22:24 WIB | 2119 Views
Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Lambock V Nahattands menunjukkan foto pesawat kepresidenan Boeing 737-800 Business Jet 2 yang masih berbentuk "Green Aircraft" saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (9/2). Lambock menjelaskan pemerintah telah membeli pesawat kepresidenan jenis Boeing 737-800 Business Jet 2 dalam bentuk "Green Aircraft" (pesawat tanpa interior dan sistem keamanan) seharga 58,6 juta dollar AS. Saat ini sedang dilakukan lelang terbuka untuk pengadaan interior dan sistem keamanan, dengan anggaran sebesar 27 juta dollar AS untuk interior dan 4,5 juta dollar AS untuk sistem keamanan dengan target selesai pada Agustus 2013. (ANTARA/Widodo S. Jusuf/12)
... pembelian pesawat kepresidenan menelan biaya total 138,166 juta dollar Amerika Serikat...
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Lambock V Nathans, mengatakan membeli pesawat kepresidenan lebih murah daripada biaya sewa pesawat kepresidenan selama lima tahun.
Nathans dalam keterangan pers di Lantai 3 Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (9/2), menjelaskan, pembelian pesawat kepresidenan menelan biaya total 138,166 juta dollar Amerika Serikat. Sementara biaya sewa pesawat selama lima tahun untuk periode 2011-2015
sebesar 89,57 juta dollar AS sehingga ada selisih sekitar 48,64 juta
dollar AS. Selepas lima tahun sewa, maka harus disediakan lagi dana
untuk menyewa pada periode waktu yang lain.
Selisih itu sekilas besar, namun pesawat terbang kepresidenan itu
menjadi milik negara seterusnya.
Dia mengatakan pesawat kepresidenan
tersebut direncanakan bisa mulai digunakan pada Agustus 2013 sehingga
praktis Presiden Susilo Yudhoyono hanya bakal menikmatinya selama 14
bulan sampai berakhirnya masa jabatan presiden pada 2014.
Pesawat terbang kepresidenan itu adalah pesawat terbang khusus yang mengutamakan standar keselamatan paling tinggi dan jalur komunikasi paling prima dan aman. Selama ini Sekretariat Negara memilih PT Garuda Indonesia sebagai pihak
penyedia pesawat terbang kepresidenan saban diperlukan. Maskapai
penerbangan nasional itu juga menyediakan awak kabin dan personel lain
yang diperlukan.
Selama ini, jika pesawat terbang PT Garuda Indonesia diperlukan pihak Sekretariat Negara untuk dipergunakan presiden, diperlukan waktu belasan hari untuk menyiapkan pesawat terbang itu. Waktu serupa juga diperlukan untuk menjadikan pesawat terbang itu siap operasional dalam keperluan komersial seperti biasanya. (ANT)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com