Bis maut Karunia Bhakti berakhir di halaman villa
Jumat, 10 Februari 2012 23:58 WIB | 2682 Views
... Nahas bagi pemilik sekaligus pelayan warung bakso itu; dia juga tewas seketika tergilas Karunia Bhakti itu...
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Hingga saat ini, data jumlah korban tewas bis PO Karunia Bhakti di Cisarua, Jawa Barat, Jumat petang, sebanyak 13 orang dan 38 luka-luka. Bis itu melaju kencang dari arah Garut lewat Puncak menuju Jakarta dalam kecepatan tinggi, dan berakhir di halaman satu vila sekitar pukl 18.10 WIB.
Menurut petugas, bis itu melaju dalam kecepatan tinggi dan remnya blong. Akibatnya bis menjadi oleng ke kiri dan kanan bahu kiri Jalan Cisarua itu. Peristiwa mengerikan itu bermula di depan Hotel Green Safari, menjelang pintu masuk utama Taman Safari Indonesia.
Sebelum menghantam warung bakso (semula dikatakan warung makan) Ojo Lali dan satu rumah toko, bis itu menghantam beberapa sepeda motor yang melaju di sekitarnya.
Setelah itu barulah bis itu menghantam lagi tujuh mobil pribadi di antaranya Toyota Avanza, Suzuki APV, Nissan Grand Livina, mobil kargo, mobil bak terbuka pengangkut sayur dan satu angkutan kota.
Dengan begitu, sebanyak 12 kendaraan roda dua dan roda empat ditabrak bis Karunia Bhakti itu.
Jumlah itu belum selesai, karena pada satu tikungan ke kiri, satu bis PO Doa Ibu tiba-tiba melaju dari arah berlawanan di depan bis Karunia Bhakti itu. Tidak terelakkan lagi, tabrakan frontal terjadi, Doa Ibu dihantam sisi kanan depan hingga belakang demikian juga Karunia Bhakti itu.
Bisa Doa Ibu dalam keadaan cukup padat pemakai jasa di dalamnya. Meski demikian, bus Karunia Bhakti terus liar melaju tanpa kendali. Satu warung bakso di sisi kanan jalan (arah Jakarta ke Puncak), Ojo Lali, jadi korban berikutnya.
Kontan, warung bakso bangunan tidak permanen itu hancur berantakan. Nahas bagi pemilik sekaligus pelayan warung bakso itu; dia juga tewas seketika tergilas Karunia Bhakti itu.
Akhirnya, "petualangan mengerikan" Karunia Bhakti itu berakhir di halaman satu villa di sisi yang sama dengan posisi warung bhakso Ojo Lali semula berdiri.
Halaman villa itu ada di ketinggian lebih rendah dengan kelerengan cukup curam dan bis berhenti dalam keadaan nungging sementara manusia yang ada di dalamnya tertumpuk semua di bagian depan bis. (ANT) Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com