Kairo (ANTARA News) - Rumor mengenai pengunduran diri kabinet pimpinan Perdana Menteri Kamal Ganzouri mengundurkan diri dibantah oleh Dewan Tertinggi Militer (SCAF) yang berkuasa.

"Tidak benar kabinet Ganzouri mengundurkan diri," kata beberapa sumber SCAF seperti dikutip kantor berita Mesir, MENA, Jumat.

PM Ganzouri ditunjuk SCAF untuk membentuk pemerintahan pada 7 Desember 2011, menggantikan PM Essam Sharaf yang didesak mundur oleh kelompok pro demokrasi yang menamakan diri Pemuda Revolusi.

Gansouri, pakar ekonomi berusia 79 tahun itu merupakan perdana menteri kedua sejak tumbangnya rezim Mubarak pada 11 Februari 2011.

Ganzouri, yang juga pernah memimpin pemerintahan di masa rezim Mubarak itu belakangan ini ditentang keras oleh sebagian kelompok pro demokrasi dan mendesak dia untuk mengundurkan diri.

Bahkan, lebih dari sebulan setelah dilantik, PM Ganzouri tidak bisa bekerja di kantornya di Jalan Qasrul Aini yang berdekatan dengan Bundaran Tahrir karena diblokir oleh kelompok Pemuda Revolusi.

Bentrokan antara pemuda dan aparat keamanan di depan kantor perdana menteri pada Desember itu menewaskan sedikitnya 18 pengunjuk rasa.

PM Ganzouri baru bisa beraktivitas di gedung kantor perdana menteri setelah jalan yang menghubungkan Bundaran Tahrir itu ditutup dengan pembatas beton setinggi tiga meter.

Kubu Islam dari Ikhwanul Muslimin dan Salafi yang memenangkan 70 persen kursi parlemen saat ini mewacanakan untuk pembentukan kabinet koalisi dari semua unsur pro reformasi.

SCAF pimpinan Marsekal Mohamed Hussein Tantwi belum menanggapi wacana pembentukan kabinet koalisi tersebut dan mempercepat pemilihan presiden.

Ketua SCAF, Marsekal Mohamed Hussein Tantawi belum menanggapi wacana pembentukan kabinet koalisi dan percepatan pemilu presiden tersebut.

SCAF masih mempertahankan sikapnya sikapnya untuk menyerahkan kekuasaan kepada presiden terpilih pada akhir Juni 2012.

Kendati demikian, sejauh ini tanggal pemilu presiden belum ditentukan, nanum pembukaan pendaftaran calon presiden telah ditetapkan pada 10 Maret depan.

Isu pengunduran diri PM Ganzouri itu muncul di tengah seruan pemogokan umum pada Sabtu dan Ahad (11-12/2) untuk memperingati satu tahun tumbangnya rezim pimpinan Presiden Hosni Mubarak.

Misi utama seruan pemogokan itu untuk mendesak SCAF segera menyerahkan kekuasaan kepada sipil dan juga tuntutan mempercepat para koruptor termasuk mantan Presiden Mubarak yang kini diadili.

Namun, seruan pemogokan massal itu ditolak oleh mayoritas kekuatan politik termasuk Ikhwanul Muslimin, Salafi dan Al Wafd.

Para pelopor seruan pemogokan massal itu sempat berunjuk rasa di Bundaran Tahrir dan sejumlah masjid seusai shalat Jumat (10/2) dan berusaha mendatangi kantor SCAF, namun dihambat pihak keamanan.

(T.M043/Z003)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar