Jasa Raharja santuni seluruh korban bus maut
Sabtu, 11 Februari 2012 06:34 WIB | 1249 Views
Ilustrasi Kecelakaan Bus (ANTARA News/Grafis)
Berita Terkait
Bogor (ANTARA News) - PT Jasa Raharja memastikan santunan untuk korban kecelakaan bus maut Kurnia Bhakti di kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor, Jabar akan segera disalurkan.
"Insya Allah pada Senin (13/2) santunan akan kita serahkan ke masing-masing korban dan ahli waris korban yang meninggal," kata Kepala Divisi Pencegahan dan Pelayanan Kantor Pusat Jasa Raharja Budi Raharjo, Sabtu dini hari (11/2).
Budi mengatakan, pihaknya mencatat sebanyak 14 orang dinyatakan meninggal dunia dan 47 lainnya luka-luka akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan di Jalan Raya Puncak depan Pafesta Cisarua.
Besaran santunan yang akan diberikan pihak Jasa Raharja masing-masing untuk korban meninggal mendapat santunan sebesar Rp25 juta, korban luka Rp10 juta dan korban cacat permanen mendapat Rp20 juta.
"Santunan akan kita serahkan langsung kepada pihak keluarga korban. Kita akan lakukan jemput bola di tempat domisili korban," katanya.
Budi mengatakan peristiwa kecelakaan angkutan umum ini merupakan yang ke dua kalinya sepanjang 2012 di wilayah Jawa Barat. Peristiwa pertama terjadi di Sumedang dengan menewaskan 12 orang.
"Dari jumlah korban jiwa, kita melihat perstiwa ini yang terbesar, 14 orang yang meninggal," katanya.
Sementara itu, korban meninggal sudah dievakuasi ke kamar mayat RS Paru Cisarua.
Sejumlah jenazah sudah teridentifikasi dan telah diambil pihak keluarga untuk dibawa pulang ke rumah duka.
Isak tangis mewarnai penjemputan korban meninggal, beberapa pihak keluarga menangis histeris, bahkan ada yang pingsan.
Korban yang meninggal sebanyak 13 orang berhasil diidentifikasi. Sedangkan satu orang lainnya masih belum diketahui.
"Korban satu orang warga Bogor, enam orang warga Cianjur, tiga orang Garut, satu Bandung dan satu Jakarta," kata Kepala Urusan Administrasi Jasa Raharja Wilayah Bogor Nano.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan bus Kurnia Bhakti nopol Z 1795 DA jurusan Garut-Jakarta diduga mengalami rem blong di Jalan Raya Puncak.
Bus menghantam 12 kendaraan, di antaranya bus Doa Ibu jurusan Tasikmalaya-Jakarta, enam mobil pick up, dua minibus, dan dua sepeda motor.
Bus berpenumpang lebih dari 30 orang tersebut diketahui warga melaju kencang dari arah Puncak menuju Jakarta. Kemungkinan rem blong, bus menghantam sejumlah kendaraan yang ada di depannya.
Selain menabrak sejumlah kendaraan, bus juga menabrak beberapa warung yang ada di sebelah kantor cabang Bank Mandiri.
(T.KR-LR/E005) Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com