London (ANTARA News/AFP) - Pasar saham Eropa ditutup lebih rendah dan euro jatuh terhadap dolar pada Jumat, dalam reaksi terhadap aksi protes dengan kekerasan di Athena yang mengguncang pemerintahan Yunani terpecah setelah zona euro menunda dana talangan (bailout) baru.

Indeks patokan FTSE 100 di London berakhir jatuh 0,73 persen menjadi 5.852,39 poin, indeks DAX 30 di Frankfurt ditutup turun 1,41 30 persen menjadi 6.692,96 poin dan indeks CAC 40 di Paris kehilangan 1,51 persen menjadi ditutup pada 3.373,14 poin.

Di tempat lain di Eropa, Milan turun 1,76 persen, Madrid melemah 1,18 persen dan Lisbon berkuranng 0,84 persen.

Mata uang tunggal Eropa turun menjadi 1,3190 dolar dari 1,3286 dolar di New York pada Kamis malam, tetapi sedikit berubah pada 77,59 yen dari 77,68 yen.

Pada tengah hari perdagangan di New York, Dow Jones Industrial Average turun 0,92 persen menjadi 12.771,79 poin, indeks berbasis luas S&P 500 jatuh 0,79 persen menjadi 1.341,31 poin dan komposit Nasdaq turun 0,73 persen menjadi 2.905,90 poin.

Keretakan dalam pemerintahan koalisi Yunani dan kekerasan di jalanan tampaknya menyebabkan masalah untuk komitmen negara itu untuk melakukan sebuah program penghematan yang diminta oleh mitra Uni Eropa sebagai imbalan atas restrukturisasi utang baru besar-besaran dan kesepakatan dana talanghan.

Sementara itu, melemahnya kinerja perdagangan China pada Januari, mendistorsi liburan tahun baru Imlek, menambah bukti bahwa ekonomi terbesar kedua dunia itu melambat karena krisis zona euro dan pelemahan permintaan di Amerika Serikat mengurangi permintaan untuk produk China.

"Perhatian utama untuk pasar ... terkonsentrasi pada situasi utang Yunani, karena serikat-serikat pekerja turun ke jalan dan para menteri keuangan Uni Eropa meminta pemotongan penghematan bahkan lebih besar," analis berbasis di AS The Hightower Report mengatakan.

Di Yunani, pemimpin sayap kanan George Karatzaferis mengatakan para wakilnya tidak akan menyetujui putaran baru pemotongan upah dan pensiun untuk mengamankan paket dana talangan baru zona euro pada pemungutan suara di parlemen, Minggu.

Sebuah sumber pemerintah mengatakan, pembangkang utang akan diganti tetapi tidak menentukan apakah ini akan terjadi pada pertemuan kabinet pada Jumat malam.

Menteri keuangan zona euro pada Kamis memberikan Athena kurang dari seminggu untuk memenuhi tiga kondisi dengan imbalan bantuan senilai 130 miliar euro (172 miliar dolar AS).

"Penolakan ... pada kesepakatan dana talangan meninggalkan kita dalam limbo (tempat orang buangan) selama akhir pekan yang dapat mendorong pengurangan lebih lanjut dari risiko hari ini selama

sesi perdagangan Eropa," Derek Halpenny, analis di Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ di London mengatakan.

Batas waktu ditentukan setelah pembicaraan di Brussels antara Menteri Keuangan Yunani Evangelos Venizelos dan 16 mitra zona euro, yang tak tergerak oleh kesepakatan umum para politisi Yunani pada langkah-langkah penghematan yang diminta oleh pemberi pinjaman.

"Mengingat kekhawatiran yang sedang berlangsung atas Yunani, pedagang enggan untuk melakukan komitmen sampai kesepakatan secara tegas disetujui oleh menteri keuangan Eropa," kata pedagang ETX Capital, Manoj Ladwa.

Impor China merosot 15,3 persen pada Januari dibandingkan dengan satu tahun sebelumnya dan dengan ekspor jatuh 0,5 persen, data perdagangan China terlemah sejak selama krisis keuangan global pada 2009.

Pasar saham Asia sebagian besar ditutup melemah pada Jumat dalam reaksi terhadap berita yang keluar dari China dan Yunani, meskipun indeks utama Shanghai naik tipis 0,10 persen.

Analis juga mencerna pendapatan terbaru dari perusahaan-perusahaan besar di Eropa, termasuk Barclays Bank dan raksasa energi Total.

Saham Barclays naik 0,41 persen meskipun laba bersih tahunannya turun 16 persen, karena para pedagang menyambut dana penyangga yang kuat terhadap krisis keuangan mendatang.

Di Paris, Total turun 1,37 persen karena ambil untung, setelah raksasa energi Prancis itu membukukan laba bersih 2011 sebesar 12,3 miliar euro.

(A026)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar