New York (ANTARA News/AFP) - Harga minyak dunia jatuh pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para dealer membukukan keuntungan di tengah lemahnya data ekonomi China dan masalah baru atas kesepakatan dana talangan (bailout) Yunani.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, merosot 1,17 dolar AS menjadi ditutup pada 98,67 dolar AS per barel.

Minyak mentah Brent North Sea untuk Maret jatuh 1,28 dolar AS menjadi 117,31 dolar AS per barel dalam transaksi di London.

Pasar jatuh pada Jumat dalam reaksi terhadap protes dengan kekerasan di Athena yang mengguncang pemerintah Yunani terpecah setelah zona euro menunda dana talangan.

Keretakan dalam pemerintahan koalisi Yunani tampaknya menyebabkan masalah untuk komitmen negara itu melakukan program penghematan yang diminta oleh pemberi pinjaman, sebagai persiapan restrukturisasi utang besar baru dan program dana talangan bagi Athena.

Sementara itu, penurunan impor dan ekspor China pada Januari, mendistorsi liburan tahun baru Imlek, menambah bukti bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu melambat karena krisis zona euro dan melemahnya permintaan di Amerika Serikat mengurangi permintaan untuk produk China.

"Harga minyak bereaksi buruk terhadap kondisi lebih lemah hari ini di pasar ekuitas yang telah didorong oleh penurunan tajam dalam data impor dari China serta kekhawatiran tentang pemungutan suara akhir pekan ini di parlemen Yunani," ujar analis CMC Markets, Michael Hewson.

"Batas waktu yang diberlakukan oleh para menteri keuangan Uni Eropa, semuanya tanda dari sebuah ultimatum bahwa Yunani tidak akan dapat memenuhinya."

Menteri keuangan zona euro pada Kamis menunda keputusan tentang bailout baru untuk menyelamatkan Yunani dari kebangkrutan, memberikan Athena kurang dari seminggu untuk memenuhi kondisi-kondisi baru dengan imbalan bantuan.

Yunani kehabisan waktu untuk menyelesaikan pemotongan anggaran tambahan untuk mengamankan dana talangan zona euro senilai 130 miliar euro (171 miliar dolar AS).

(UU.A026)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar