Kecelakaan maut Seorang Polisi berjaga di dekat bus Doa Ibu yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, Jabar, Jumat (10/2). Sebanyak 13 orang tewas dan 40 orang luka dalam kecelakaan yang melibatkan dua bus, tujuh mobil dan lima motor serta menabrak pejalan kaki. (FOTO ANTARA/Jafkhairi)

Berita Terkait
Garut (ANTARA News) - Satuan Lalu Lintas, Polres Garut, mengamankan seorang kernet bus Karunia Bakti yang melarikan diri setelah mengalami kecelakaan di Puncak Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/2) yang menyebabkan sejumlah penumpang tewas dan luka-luka.

"Untuk kernet sudah menyerahkan diri, dan kita amankan di Polres Garut," kata Kanit Laka, Polres Garut, Iptu Sofyan Efendi, kepada wartawan, Sabtu.

Kondektur bus, Rohman (33) warga Desa Cikembulan, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, diamankan polisi setelah menyerahkan diri kepada bagian Unit Laka, Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Sabtu siang.

Sebelumnya, Polres Garut telah mengamankan seorang supir Lukman (40) warga Banyuresmi, Kabupaten Garut, yang juga melarikan diri setelah peristiwa tabrakan bus, sudah menyerahkan diri ke Polres Bogor untuk menjalani pemeriksaan.

Polres Garut juga sudah berhasil menemukan kondektur Bus, Dedi, warga Desa Neglasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, yang sekarang masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Leles karena mengalami sakit sesak akibat luka benturan bagian dada.

"Untuk pengemudi menyerahkan diri ke kantor Polres Garut di bagian unit laka sekitar pukul 02.00 WIB, tadi pagi sudah dibawa oleh anggota Polres Bogor," kata Kanit Laka, Polres Garut, Iptu Sofyan Efendi.

Ia menerangkan, berdasarkan pengakuan para kernet, kondektur dan supir, melarikan diri karena takut menjadi amukan massa di lokasi kejadian.

Mereka yang berhasil selamat dari peristiwa bus nahas tersebbut, kata Sofyan, langsung melarikan diri dengan menumpang angkutan umum lainnya menuju Garut atau tempat tinggalnya.

Setibanya di Garut, kata Sofyan, supir terlebih dahulu menyerahkan diri ke Polres Garut, kemudian disusul oleh kernet, sementara kondektur belum bisa diamankan karena kondisi fisiknya masih lemah dan membutuhkan perawatan medis.

"Tapi dia (kondektur) berjanji kalau sudah sehat, tidak harus dijemput akan datang sendiri ke Polres Bogor untuk memberikan keterangan," kata Sofyan.
(ANT)

 






Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar