Kecelakaan maut Bus Karunia Bakti tersangkut di halaman sebuah villa setelah menabrak 1 bus, tujuh mobil dan lima motor di jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, Jabar, Jumat (11/2). Kecelakaan ini menyebabkan 14 orang tewas dan 47 luka, diantaranya terdapat puluhan korban dalam kondisi kritis. (FOTO ANTARA/Jafkhairi)

Berita Terkait
Bogor (ANTARA News) - Sopir bus Karunia Bakti berinisial L ditangkap petugas Reskrim Polres Bogor di Garut, Jawa Barat, Sabtu.

Sopir bus melarikan diri saat peristiwa kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polres Bogor membentuk tim untuk memburu supir dan membawanya kembali ke Bogor untuk diperiksa.

"Sopir berhasil ditangkap oleh tim yang dipimpin Kanit Reskrim Dodi," kata Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena sekitar pukul 09.00 WIB.

Ita mengatakan, petugas berhasil memburu supir yang lari ke arah Garut. Sopir diduga mengetahui kondisi mobil kurang bagus sehingga nekad melarikan diri saat kecelakaan terjadi.

Menurut Ita, sopir dapat dikenai pasal berlapis selain pasal 310 ayat 4 kecelakaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang juga akan dikenai pasal lain karena mencoba lari dari tanggungjawab.

"Bisa berat hukumannya karena dia telah mencoba lari dari tanggungjawab," kata Ita.

Saat ini sopir telah diamankan di Mapolres Bogor untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepala Resrkim Polres Bogor, AKP Imron Ernawan saat dikonfirmasi tidak mau berkomentara banyak. Namun ia memastikan bahwa supir bus Karunia Bhakti telah sampai Mapolres.

"Saya tidak ada kewenangan memberikan informasi semuanya ada di Kasat Lantas. Supir saat ini sudah di Mapolres," katanya.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Bogor AKP Syarif Zainal Abidin mengatakan, pihaknya berhasil menangkap supir setelah dilakukan pengejaran oleh tim Reskrim Polres. Sopir melarikan diri usai kecelakaan dari pemeriksaan saksi-saksi setelah kecelakaan.

"Sopir sudah dapat kita amankan. Untuk saat ini kita melakukan pemeriksaan kepadanya dan masih dalam status saksi," kata Kasat.

Kasat menyebutkan, hasil pemeriksaan sementara tersangka mengarah kepada sopir bus yang diketahui telah melarikan diri ke Garut saat peristiwa kecelakaan terjadi.

Peristiwa kecelakaan maut terjadi Jumat (10/2) sekitar pukul 18.40 WIB. Bus Karunia Bhakti jurusan Garut-Jakarta dengan nomor polisi Z 7510 DA diduga mengalami rem blong saat melintas di penurunan depan Pafesta Cisarua Jalan Raya Puncak.

Bus menghantam sebuah bus Doa Ibu jurusan Tasik-Jakarta nopol Z 7588 HB yang sedang melintas dari arah berlawanan.

Lalu sopir mencoba banting stir dan menghantam mobil pick up dan sejumlah sepeda motor, mobil juga menghantam dua mobil minibus yang sedang melintas dan berakhir disebuah warung jajanan di dekat bangunan ruko Bank Mandiri hingga bus masuk ke tebingan.

Sebanyak 14 orang korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut, 38 luka-luka dan 10 orang kritis.

Seluruh korban meninggal dunia dibawa ke kamar mayat RS Paru Cisarua. Sedangkan korban luka sebagian di rawat di RS Paru Cisarua, RS Ciawi dan ada yang juga di rujuk ke RS PMI Bogor.

Korban meninggal dunia umumnya berasal dari Cianjur, Garut, Bandung, Jakarta dan Bogor.

Hingga berita ini diturunkan sejumlah korban sudah ada yang pulang ke rumahnya masing-masing dan ada yang masih menjalani perawatan.
(ANT)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar