Penurunan BI rate tidak otomatis turunkan kredit
Sabtu, 11 Februari 2012 20:26 WIB | 1823 Views
Medan (ANTARA News) - Bank Indonesia menurunkan BI rate jadi 5,75 persen. Apakah ini menurunkan secara otomatis bunga pinjaman bank? Tidak juga menurut pengamat ekonomi Sumatera Utara, Jhon Tafbu Ritonga.
"Ada yang salah dalam menilai BI rate, dimana dinilai analog dengan suku bunga bank. Padahal suka bunga perbankan sangat tergantung dengan inflasi dan termasuk keinginan pemilik saham dan dana," katanya, di Medan Sabtu.
Meski BI rate tinggal 5,75 persen setelah turun 25 basis poin, Kamis lalu, perbankan tidak bisa langsung menurunkan suku bunga pinjamannya.
Apalagi penurunan suku bunga diminta dengan persentase besar atau tidak jauh dari besaran BI rate yang 5.75 persen.
"Sangat tidak mungkin, apalagi inflasi yang dewasa ini sekitar enam persen masih dinilai tinggi meski trennya terus menurun," katanya.
Kalau inflasi enam persen, tidak mungkin penabung mau simpanannya di bank juga enam persen atau hanya lebih tinggi sedikit.
"Pemerintah harus bisa menekan inflasi lagi baru perbankan bisa menekan lebih rendah lagi suku bunga sesuai keinginan pengusaha," katanya
Tetapi, kata dia, inflasi terlalu rendah juga tidak bagus untuk perekonomian, pemerintah juga memang harusi-hati-hati menangani inflasi. (ANT)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com