Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara, Laksamana Adiyaksa, menyatakan, Bank Indonesia harus tetap mendesak perbankan segera menurunkan suku bunga kreditnya mengikuti penurunan BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

"Langkah BI menurunkan BI rate sia-sia kalau tidak diikuti kebijakan perbankan menurunkan suku bunga kreditnya yang masih jauh di atas bunga perbankan di negara lain," katanya.

Kalangan bisnis --terutama kecil-- sangat merasa berat dengan bunga kredit bank nasional yang secara rerata bergerak pada kisaran 11,50 persen hingga 12 persen.

Bunga kredit perbankan di dalam negeri dewasa ini masih sekitar 12 persen, sementara di luar negeri suku bunga kreditnya rata-rata 3 - 4 persen.

Ketua Umum Asosiasi Eksportir Indonesia, Suyanto Husein, mengatakan, akibat lebih rendahnya suku bunga pinjaman di negara lain, pemodal asing leluasa membeli komoditas di Indonesia yang sedang mahal.

"Dewasa ini, komoditas dikuasai pembeli asing yang modal kerjanya lebih murah," katanya. (ANT)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar