Puluhan orang menyaksikan proses evakuasi bus Karunia Bakti yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, Jabar, Sabtu (11/2). Kecelakaan akibat rem blong tersebut menyebabkan tabrakan beruntun dengan sejumlah kendaraan mengakibatkan 14 orang tewas dan puluhan luka berat dan ringan. (FOTO ANTARA/Jafkhairi)

... Kami sudah memperbaikinya, lalu melanjutkan perjalanan. Tapi, sesampainya di turunan itu, rem mobil tiba-tiba blong...
Berita Terkait
Bogor (ANTARA News) - Sebelum dipakai pada hari kecelakaan maut dan dramatis di Cisarua, Jawa Barat, Jumat petang (10/2) itu, bis Karunia Bhakti itu normal semua. Setidaknya demikian pengakuan sang supir, Lukman Iskandar kepada polisi penyidiknya.

Iskandar (43) ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan di Mapolres Bogor. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, AKP Syarif Zainal Abidin, di Bogor, Sabtu. "Sopir sempat melarikan diri. Namun, kami berhasil mengamankannya di wilayah Garut," kata Abidin.

Sementara itu, kepada petugas Iskandar mengaku panik dan takut menjadi amukan massa sehingga nekat melarikan diri. Ia ditangkap petugas Reskrim Polres Bogor saat menunggu di salah satu pul bus di wilayah Garut.

Menurut Iskandar, sebelum berangkat bus dalam kondisi laik jalan. Namun, di perjalanan --tepatnya di wilayah Puncak-- ban belakang sebelah kanan bus mengalami gangguan mengeluarkan asap hitam.

"Kami sudah memperbaikinya, lalu melanjutkan perjalanan. Tapi, sesampainya di turunan itu, rem mobil tiba-tiba blong," katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kernet Bus Karunia Bhakti itu, Rohman, yang juga melarikan diri setelah kecelakaan akhirnya menyerahkan diri di Polres Garut.

Rohman mengaku menyesal dan sadar saat pelariannya tidak baik. Dia pun menyerahkan diri kepada petugas.

Dalam keterangannya kepada petugas Rohman mengaku ada kerusakan kendaraan yang terjadi saat melintas di jalur Puncak.

Kecelakaan maut terjadi sekira pukul 18.40 WIB Jumat (10/2). Bus Karunia Bhakti menabrak sejumlah mobil, lima sepeda motor, tiang listrik, dan sebuah warung bakso hingga akhirnya terjun ke tebing vila warga sedalam 7 meter.

Dalam peristiwa nahas tersebut 14 orang meninggal dunia dan 38 orang luka-luka serta 10 orang kritis.
(KR-LR)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar