Partai Demokrat Jabar temukan kader berpolitik uang
Minggu, 12 Februari 2012 16:48 WIB | 2623 Views
Partai Demokrat (FOTO. ANTARA)
Berita Terkait
Bandung (ANTARA News) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Jawa Barat menemukan sejumlah oknum kadernya yang diduga melakukan politik uang menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) PD Jabar.
Indikasi adanya dugaan permainan politik uang di tubuh DPD Partai Demokrat Jawa Barat ini terungkap dari laporan sejumlah pengurus Partai Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat dari Bogor, Garut, dan Ciamis kepada Ketua DPD Jawa Barat Iwan R Sulandjana dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat Awing Asmawi.
"Jadi, awalnya itu mereka membawa sejumlah bukti keterlibatan sejumlah anggota DPRD Jabar, anggota DPRD kabupaten dan kota, pengurus PAC, dan DPC yang terlibat dalam politik uang. Upaya suap dan politik uang ini dilakukan dalam rangka musda, tepatnya tentang pemilihan Ketua DPD PD Jabar," kata Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Iwan Sulandjana, di Kota Bandung, Minggu.
Padahal, kata Iwan, DPP Partai Demokrat sudah menginstruksikan untuk tidak melakukan gerakan atau langkah apapun soal dukung mendukung dalam Musda Partai Demokrat Jawa Barat.
Iwan yang didampingi Awing, menuturkan bukti-bukti dugaan politik uang untuk mendapat dukungan PAC dalam Musda Partai Demokrat Jawa Barat.
Bukti-bukti dari dugaan politik uang tersebut ialah beberapa lembar surat dukungan kepada Ketua DPRD Jawa Barat, Irfan Suryanegara, yang telah disiapkan sebelumnya, sejumlah amplop berisi uang berkop surat nama anggota FPD DPRD Jabar, Aceng Roni Sya`bana, lengkap dengan alamat kantor DPRD Jabar Jalan Diponegoro Kota Bandung.
"Dari bukti yang ada ini sudah jelas, ada upaya suap dan politik uang dalam rangka musda PD, dan bukti-bukti ini diserahkan para pengurus PAC di Kabupaten Garut kepada kami pada Jumat malam lalu," kata Iwan.
Pada kop surat tersebut, tertulis "Dewan Pinpinan (bukan Pimpinan) Anak Cabang". Untuk bagian nomor, ditulis "..../INT/DPAC.PD/II/2012".
Kemudian untuk tempat, ditulis Garut dengan tanggal yang tidak lengkap karena hanya tertulis bulan Februari 2012.
Pada bagian akhir surat, disiapkan tempat untuk ditandatangani ketua DPAC yang setuju dengan dukungan tersebut dan surat-surat itu ditujukan kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat.
"Berdasarkan informasi yang diperoleh dari para ketua DPAC di Garut, mereka mengatakan, dikumpulkan di suatu tempat dan diminta menandatangani surat dukungan itu. Lalu, mereka diberi amplop oleh Aceng Roni yang diduga isinya adalah uang. Hal ini jelas bahwa indikasi politik uang. Peristiwa serupa juga terjadi di Bogor dan Ciamis yang dilakukan anggota Fraksi PD DPRD Jabar," kata Iwan.
Sementara itu, salah seorang pengurus dari PAC Parigi Kabupaten Ciamis, Oma Nuryama, menceritakan tentang dugaan politik uang di Ciamis untuk mendukung Irfan Suryanegara.
"Jadi, waktu itu kami dikumpulkan pada Sabtu jam delapan malam di Hotel Laut Biru. Di sana sudah ada Ketua DPC Ciamis Dedi Sopandi, anggota DPRD Jabar Irwan Koesdradjat, anggota DPRD Kab. Ciamis Yulianti dan Totong, Ketua DPC Banjar Budi, dan anggota DPRD Banjar Asep. Dari 15 DPAC yang hadir, hanya 5 orang yang memberi dukungan kepada Irfan," kata Oma.
Hal serupa juga diutarakan oleh Holidin dari PAC Pamarican Kabupaten Ciamis menuturkan, dalam pertemuan itu, dia menandatangani sebuah surat dukungan dan diberi satu lembar uang Rp100.000,00.
"Katanya sih itu sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja Irwan Koesdradjat di dapilnya sini," kata Holidin. (*)
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com