Polisi tangkap pelaku pemerkosaan di angkot
Minggu, 12 Februari 2012 18:51 WIB | 1776 Views
Tersangka pemerkosaan di angkot Safa (19) digiring oleh anggota buser Polres Palu ke ruang unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di Polres Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (12/2). (FOTO ANTARA/Fiqman Sunandar)
Berita Terkait
Palu (ANTARA News) - Kepolisian Resor Palu, Sulawesi Tengah, Minggu menangkap seorang dari dua pelaku pemerkosaan di angkutan kota.
Kasat Reskrim Polres Palu AKP Pangucap Priyo Soegito mengatakan, salah satu pelaku itu berinisial St, sopir angkot yang tinggal di Kabupaten Sigi.
Pelaku yang masih berusia 19 tahun ini ditangkap di tempat persembunyiannya di Desa Mantikole, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi.
Priyo mengatakan, saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan dan segera digiring ke Mapolres Palu guna mendapatkan pemeriksaan selanjutnya.
Saat ini polisi masih mengejar pelaku lainnya.
Berdasarkan keterangan St, kata Priyo, kernet berinisial Sp itu bertugas mengikat kaki dan tangan serta menutup mulut korban dengan lakban.
Kernet tersebut juga yang melakukan tindakan asusila pertama kali terhadap korban yang merupakan siswi SMA di Palu.
"Kami sudah mengetahui ciri-cirinya, mudah-mudahan pelaku bisa segera ditangkap," katanya.
Kasus pemerkosaan itu sendiri terjadi di wilayah Kecamatan Palu Timur pada Kamis (9/2).
Korban saat itu naik angkot menuju sekolahnya untuk mengikuti pelajaran tambahan sekitar pukul 12.00 WITA.
Awalnya ada sejumlah penumpang di dalam angkot, namun semua penumpang turun di tujuannya masing-masing, kecuali korban yang masih tertinggal sendirian ditemani sopir dan kernet.
Korban kemudian diperkosa secara bergantian setelah mulutnya ditutup lakban, sementara tangan dan kakinya juga dalam kondisi terikat.
Pelaku kemudian diturunkan di pinggir hutan sekitar pukul 20.00 WITA. Selanjutnya, korban menghubungi keluarganya dan minta dijemput.
Setelah ditemukan, korban yang masih dalam keadaan syok dibawa ke RSU Bhayangkara Palu guna mendapatkan perawatan.
Tindakan pemerkosaan di sebuah angkot itu sempat membuat pelajar di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah merasa takut untuk menggunakan jasa angkot.
(R026/N001) Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com