Hadapi Cuaca Ekstrim, KKP Bantu Nelayan
Minggu, 12 Februari 2012 19:53 WIB | 1067 Views
Adityawarman
Jakarta, 12/2 (ANTARA) - Perubahan cuaca ekstrim awal tahun ini melanda sebagian besar Perairan Indonesia. Hal itu membuat sebagian besar nelayan kecil dalam kondisi tidak melaut, dampak buruk lainnya yang dialami adalah para nelayan mulai kekurangan pangan/sembako. Dalam upaya mengurangi beban nelayan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan penanggulangan melalui pemberian bantuan kepada nelayan kecil yang menggunakan kapal ukuran hingga 10 gross tonnage (GT). KKP mengestimasi nelayan yang terkena dampak akibat cuaca ekstrim mencapai 1.429.703 nelayan tersebar di 33 provinsi.
Untuk membantu nelayan kecil untuk mengurangi beban akibat cuaca ekstrem, KKP melakukan empat langkah. Pertama, mengaktifkan mekanisme pemberian bantuan beras yang dilakukan oleh Kementerian Sosial, dengan penyaluran bantuan beras cadangan pemerintah (BCP) yang stoknya berada pada masing-masing gudang Bulog di Kabupaten/kota. Jumlah bantuan yang diberikan dihitung berdasarkan jumlah keluarga nelayan dikalikan 5 (jumlah jiwa per KK nelayan) dikalikan 0,4 Kg (jiwa/hari) dikalikan 14 hari pertama. Kedua, percepatan pelaksanaan kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kelautan dan Perikanan, khususnya Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Perikanan Tangkap, Perikanan Budidaya, dan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, melalui kegiatan berikut : PUMP Perikanan Tangkap berupa pengadaan/perbaikan sarana penangkapan (perahu, mesin, atau alat penangkapan ikan) dan perbengkelan nelayan; PUMP Perikanan Budidaya berupa mata pencaharian alternatif budidaya air payau, budidaya air tawar dan pembibitan rumput laut; PUMP Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan berupa kegiatan usaha pengolahan abon ikan, pengolahan kerupuk ikan dan pengolahan rumput laut.
Ketiga, penyelenggaraan pelatihan dan penyuluhan secara singkat, cepat dan tepat untuk nelayan yang terkena dampak berupa pelatihan mengenai mata pencaharian alternatif, seperti pelatihan pengolahan hasil perikanan yang berbentuk kegiatan cara mengolah bahan mentah ikan menjadi bahan baku yang siap olah seperti siomay, udang gulung, tempura, otak-otak, baso ikan, pempek, dll; pelatihan budidaya perikanan yang berbentuk kegiatan budidaya ikan lele, budidaya rumput laut, dll; pelatihan kerajinan kulit kerang dan sisik ikan; dan pelatihan permesinan kapal. Keempat, mengoptimalkan mekanisme Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan swasta di bidang MIGAS, dengan menggunakan payung MoU yang ada antara KKP dengan BP Migas, serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dari BUMN di bawah payung MoU yang ada antara KKP dengan Kementerian BUMN.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (HP. 0811836967) COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com