Dede dimakamkan, Eti masih dicari
Minggu, 12 Februari 2012 20:31 WIB | 1372 Views
Kecelakaan maut Puluhan orang menyaksikan proses evakuasi bus Karunia Bakti yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, Jabar, Sabtu (11/2). Kecelakaan akibat rem blong tersebut menyebabkan tabrakan beruntun dengan sejumlah kendaraan mengakibatkan 14 orang tewas dan puluhan luka berat dan ringan. (FOTO ANTARA/Jafkhairi)
Berita Terkait
Cianjur (ANTARA News) - Salah satu korban tewas dalam kecelakaan bus Karunia Bhakti di Cisarua, Bogor, Dede Zainudin (51), dimakamkan hari ini, namun istrinya, Eti Salsiah (50), belum diketahui keberadaannya.
Jenazah Dede yang tiba di rumah duka di Kampung Pasir Mindi, Desa Girimulya, Cibeber, Cianjur, Jabar, Sabtu malam, telah dimakamkan Minggu pagi, sementara pihak keluarga masih belum mengetahui keberadaan istri Dede, Eti Salsiah, yang diduga ikut suaminya itu untuk pergi ke Jakarta.
Dede, tewas dalam perjalanan menumpang bus Karunia Bhakti menuju Jakarta, untuk bekerja di salah satu proyek di daerah Kuningan. Dia sempat beberapa hari di Cianjur, sebelum akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Jakarta.
Sebelum pergi, Dede sempat berpamitan sambil meminta maaf tidak hanya pada kerabat, namun sebagian besar tetangga sempat disambanginya sebelum berangkat.
"Di Jakarta, Dede bekerja sebagai mandor bangunan. Dia harus ke Jakarta karena kerjaannya dipercepat katanya. Sebelum berangkat, sempat pamit dulu dan minta maaf," kata salah seorang kerabat Dede.
Sementara itu, istri Dede, Eti, diduga ikut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Pasalnya, hingga kini, pihak keluarga maupun keempat anaknya tidak mengetahui keberadaannya.
"Waktu Dede mau berangkat, Teh Eti bilang mau ikut. Anak-anaknya juga bilang kalau ibunya tidak ada di rumah waktu ayahnya berangkat ke Jakarta," ungkapnya.
Rencananya pihak keluarga akan mendatangi RS PMI Bogor dan rumah sakit rujukan lainnya, guna mencari Eti.
"Kita tentu tidak berharap teh Eti jadi korban. Hanya, sampai sekarang dia hilang. Kita hanya ingin memastikan keberadaannya dengan mengecek ke rumah sakit," tandasnya.
Sementara itu, empat jenazah warga Cianjur yang menjadi korban bus Karunia Bhakti disambut tangis histeris pihak keluarga.
Keempat korban warga Cianjur itu adalah Hasan Ansyori (37) warga BTN Limbangan Sari, Nomor 31 A, Desa Limbangan Sari, Kecamatan Cianjur, kemudian Duduh Suparman (68), warga Kampung Buniaga, Desa Ciherang, Pacet, Dede Jaenudin (38) warga Kampung Nagrak, Desa Nagrak, Cianjur, dan Apit (55) warga Kampung Babakan Ngatay, Desa Babakan Caringin, Karangtengah, Cianjur.
(KR-FKR/Y003)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com