Banda Aceh (ANTARA News) - Perusahaan listrik negara Cabang Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mempersiapkan proteksi pengamanan jaringan di sejumlah kawasan untuk mengantisipasi kerusakan akibat petir yang terus mengancam wilayah kerjanya.

Kepala PT PLN Persero Cabang Meulaboh Abdullah di Meulaboh Senin mengatakan, upaya tersebut guna menghindari terjadi kerugian pada pelanggan dan perusahaan, akibat gangguan kerusakan jaringan terkena petir.

"Sebenarnya, pengaman jaringan listrik memang sudah ada terpasang, namun hanya di sejumlah titik yang kita anggap rawan gangguan jaringan. Karena itu, pengadaan ini terus kita upayakan," katanya.

Jelasnya, hantaman petir yang melanda kawasan pantai barat Aceh beberapa hari lalu mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik di Kecamatan Meureubo, karena terkena petir, untung saja tower listrik yang ditempatkan di desa Peunaga tersebut memiliki proteksi teganggan tinggi.

Selain itu, kata Abdullah, untuk meningkatkan pelayanan kepada 121 ribu lebih pelanggan di wilayah kerjanya, pihak perusahaan akan terus melakukan pemeliharaan jaringan dengan menggantikan kabel listrik yang lama dilengkapi pemasangan anti petir.

Sebutnya, ada tiga titik di seputaran Kota Meulaboh yang dilakukan perbaikan kontruksi dalam minggu ini yaitu di Desa Seuneubok, tepatnya kawasan PLTD Desa Drien Rampak Simpang Kisaran dan Desa Kuta Padang.

"Pemeliharaan ini karena kontruksi di tiga titik itu sudah lama dan membutuhkan pergantian yang baru, hal ini juga kita upayakan guna lebih meningkatkan pelayanan PLN kepada pelanggan," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, jumlah pelanggan PLN Meulaboh setiap tahun kian meningkat seiring munculnya listrik prabayar dan hampir 7.000 pelanggan wilayah kerjanya sudah beralih kepada listrik prabayar yang diperkirakan lebih praktis dan hemat.

Sebut Abdullah, PLN Meulaboh saat ini sedang dalam masa penghentian pemasangan meteran listrik kepada pelanggan, namun pihaknya tidak menutup kesempatan untuk pelanggan baru dan yang diputuskan untuk mendapat suplai arus listrik.

Ia menjelaskan, penghentian pemasangan meteran listrik tersebut karena tidak ada pihak pemasok logistik, namun dalam Februari 2012, krisis tersebut tertanggulangi dengan mencari unit lain untuk penambahannya.

"Meskipun demikian, pelanggan yang sudah diputuskan bisa mendapat suplai arus listrik, namun tanpa dilengkapi meteran, karena kita sampai saat ini tidak ada halangan masih ada cadangan 10 MW," katanya. (IRW/H011)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar