Anggota DPR: KKP harus beri perhatian ekstra nelayan tradisional
Senin, 13 Februari 2012 10:52 WIB | 1491 Views
Ilustrasi - Seorang nelayan dengan membawa hasil laut tangkapannya, berjalan di hamparan pantai.(FOTO ANTARA/Eric Ireng)
Selama ini jangkauan nelayan tradisonal hanya mampu melaut sejauh 1 mil dengan tangkapan 10 kg. Untuk mendapatkan uang Rp50 ribu saja mereka sangat sulit. Dengan biaya operasional untuk melaut, akan sangat kekurangan untuk menghidupi keluarganya.
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) harus memberikan perhatian ekstra kepada para nelayan tradisional di sepanjang pesisir pantai karena cuaca ekstrim yang melanda Indonesia akhir-akhir ini telah memaksa ribuan nelayan tidak melaut.
"Selama ini jangkauan nelayan tradisonal hanya mampu melaut sejauh 1 mil dengan tangkapan 10 kg. Untuk mendapatkan uang Rp50 ribu saja mereka sangat sulit. Dengan biaya operasional untuk melaut, akan sangat kekurangan untuk menghidupi keluarganya. Di tambah lagi mereka terpaksa cuti untuk melaut akibat cuaca buruk," kata Anggota Komisi IV DPR RI Ma`mur Hasanuddin, di Jakarta, Senin.
Perhatian yang semestinya dapat di lakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menurut Ma`mur adalah dengan menanggulangi masalah permodalan bagi nelayan tradisional.
Menurut dia, selama ini perhatian negara terhadap nelayan kecil sangat kurang. Banyak program kementerian diberikan melalui dinas pemerintah daerah, namun kurang menjangkau hingga ke nelayan tradisional.
Lebih lanjut Ma`mur mengatakan, nelayan tradisional selama ini berusaha sendiri untuk mewujudkan permodalannya hingga mereka dapat melaut. Dan apabila mereka sudah agak berhasil, kemudian ingin melanjutkan ke tingkat industri perikanan, mereka terbentur dengan permasalahan kredit perikanan yang sangat mencekik yang berkisar antara 12 hingga 16 persen.
Perhatian berikutnya adalah agar KKP lebih menertibkan aksi tangkap ikan dengan menggunakan pukat trawl dan pukat harimau. Penangkapan ikan dengan dukungan armada kapal yang cukup besar ini sangat merugikan nelayan tradisional.
"Para nelayan kecil ini akan sangat kesulitan bersaing dengan penangkap ikan dengan pukat trawl dan pukat harimau," ujarnya.
Selanjutnya perhatian yang paling dibutuhkan untuk saat ini adalah bagaimana KKP dapat menanggulangi dampak cuaca buruk yang berakibat pada 1.429.703 nelayan di 33 provinsi. Cuaca buruk kali ini sangat berdampak pada para nelayan termasuk nelayan tradisional. Mereka dapat berhenti melaut hingga satu bulan penuh.
"Banyak yang dapat dilakukan oleh KKP dengan bekerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kementerian lain dan pihak-pihak swasta yang memiliki dana CSR," katanya.
Dengan inisiatif dari KKP untuk nelayan tradisional, dia mengatakan, diharapkan dampak cuaca buruk yang mengenai jutaan nelayan dapat diatasi sehingga kelangsungan kehidupan para nelayan terutama nelayan tradisional dapat tetap berjalan.
(D011/R007)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com