28 titik lintas Sumbar - Riau longsor
Senin, 13 Februari 2012 15:27 WIB | 1454 Views
Dua dari 28 titik longsor yakni di kilometer 17 dan 19 Kecamatan Pangkalan menutupi badan jalan yang mengakibatkan kemacetan hingga lima kilometer baik dari arah Sumbar maupun dari Riau.
Berita Terkait
Sarilamak (ANTARA News) - Sebanyak 28 titik di jalan Lintas Sumatera Sumatera Barat - Riau longsor, Senin sekitar pukul 02.00 WIB, pascahujan lebat disertai petir yang terjadi sejak Minggu malam.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Edi mengatakan, peristiwa tersebut mengakibatkan seluruh kendaraan yang melewati daerah itu tidak bisa melintas.
"Dua dari 28 titik longsor yakni di kilometer 17 dan 19 Kecamatan Pangkalan menutupi badan jalan yang mengakibatkan kemacetan hingga lima kilometer baik dari arah Sumbar maupun dari Riau," ujarnya.
Ia mengatakan satu unit eskavator milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Barat dikerahkan ke lokasi untuk menyingkirkan material longsor berupa tanah liat, bebatuan, dan pohon tumbang.
"Material longsor menimbun badan jalan hampir setinggi dua meter," katanya menambahkan.
Sementara, kendaraan yang terjebak longsor baru bisa melintas sekitar pukul 05.00 WIB namun harus antre karena petugas memberlakukan sistem buka tutup. Arus lalu lintas baru mulai normal sekitar pukul 10.00 WIB.
Pantauan ANTARA di lokasi kejadian, hingga pukul 11.3 WIB, petugas BPBD Kabupaten Limapuluh Kota bersama Dinas Pekerjaan Umum masih menyingkirkan material longsor tersebut. Petugas Kepolisian dibantu TNI AD juga masih mengatur arus lalu lintas karena kendaraan yang lewat belum memungkinkan untuk melintas dua arah.
Edi menambahkan, selain hujan, longsor juga dipicu semakin menipisnya cadas di sepanjang jalan karena ditambang oleh masyarakat untuk keperluan bahan bangunan.
"Menambang cadas itu cukup membahayakan keselamatan, apalagi para penambang tidak dilengkapi peralatan yang memadai, bahkan pada Minggu (12/2) seorang warga harus mengalami luka serius pada bagian kepalanya karena tertimpa batu yang cukup besar," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak lagi menambang cadas di sekitar jalan Lintas Sumatera karena berdampak terhadap labilnya struktur tanah. Sementara pengendara diharapkan tetap waspada saat melintas di kawasan tersebut apalagi saat hujan.
"Sebaiknya perjalanan ditunda jika hujan lebat," katanya.
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com