Jakarta (ANTARA News) - Wakil Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI Michael Wattimena mengapresiasi hasil survei CSIS mengenai persepsi publik terhadap parpol yang sekaligus mematahkan hasil survei lembaga lain yang mengganggap popularitas Partai Demokrat sedang terjun bebas.

"Kita apresiasi survei CSIS masih menempatkan PD di peringkat pertama. Ini menepis asumsi, opini yang beredar di masyarakat bahwa PD sedang terjun bebas," kata Michael di Gedung DPR/MPR/DPD RI di Jakarta, Senin, menanggapi survei CSIS

Adanya penurunan persentase dukungan publik itu, menurut dia, akan diperbaiki dengan kinerja yang lebih baik fraksi maupun DPP Partai Demokrat.

"Kami tidak terkejut sebab partai selalu mencoba bersentuhan dengan rakyat. Menyangkut penurunan porsentase, wajar saja, ini bagian dinamika politik," katanya.

Politik selalu `ups and downs`. Kami optimis masih ada waktu 2,5 tahun untuk bekerja dan mengenalkan program konkrit PD, paparnya.

Selain itu, ia menambahkan, DPP PD juga akan terus melakukan konsolidasi pada semua tingkatan sehingga pengenalan partai semakin membaik dan kami mendukung program pro rakyat dari pemerintah.

Menurut anggota Komisi V DPR-RI ini, dua tahun ke depan masih cukup untuk para kader bekerja secara optimal.

"Kita akan lakukan `serangan darat` turun ke daerah pemilihan dan berinteraksi dengan masyarakat," tambahnya.

Berbeda dengan berbagai hasil survei yang muncul belakangan ini, survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyebutkan Partai Demokrat masih nomor satu.

Meski mengalami penurunan cukup besar, PD tetap merupakan partai dengan dukungan terbesar.

Survei ini menunjukkan bahwa partai-partai oposisi maupun partai koalisi yang berprilaku seperti oposisi dengan terus menerus mengkritisi pemerintah dan menyerang problem korupsi PD, tidak berhasil meraih dukungan dari orang-orang yang tidak lagi mendukung PD," demikian peneliti CSIS Sunny Tanuwidjaja dalam paparan survei di Kantor CSIS, Jakarta, Senin (13/2)

Survei CSIS ini menyebutkan ketidakpuasan pada semua parpol tidak hanya PD saja tapi juga pada semua parpol, sebab semua parpol juga mengalami penurunan dukungannya.

"Asumsi suara PD lari ke partai lain belum terbukti karena sebagian besar pemilih pada saat ini belum ada pilihan partai.

Gambaran ini merupakan konfirmasi maupun implikasi dari rendahnya kepercayaan publik terhadap partai politik secara umum. Artinya, partai-partai yang ada belum dilihat pemilih sebagai alternatif pengganti PD, kata Sunny Tanuwidjaja.

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan bahwa dengan survei CSIS ini semakin membuktikan jika Partai Demokrat masih diterima oleh rakyat dan masih menjadi harapan mereka.

"Ya kita syukuri saja tentang hasil informasi survei tersebut, ini membuktikan bahwa rakyat masih punya harapan besar agar Partai Demokrat tetap eksis untuk berantas korupsi dan tetap setia mengawal program-program pemerintahan SBY yang pro rakyat," ujar Sutan.

Sutan mengakui survei yang di keluarkan oleh CSIS ini jauh berbeda dengan hasil survei lembaga survei lainnya.

Meski begitu, survei ini akan menjadi acuan bagi kader-kader partai untuk terus bekerja secara maksimal.

"Masing-masing punya alasan dan biar saja semua berjalan apa adanya. Partai Demokrat tetap bekerja keras untuk menghadapi 2014," ujarnya.

(D011/K005)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar