Presiden: pengusaha dan buruh harus saling menguntungkan
Senin, 13 Februari 2012 22:27 WIB | 1029 Views
Demo UMK Sejumlah buruh yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) mengenakan masker bertuliskan jumlah nominal tuntutan upah minimum kabupaten/kota (UMK) Tahun 2012 sebesar Rp1,4 juta, saat berunjuk rasa di Semarang, Jateng, Kamis (3/11). (FOTO ANTARA/R. Rekotomo)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan upaya untuk menyelesaikan masalah perburuhan terkait kenaikan upah harus memberikan dampak saling menguntungkan bagi pengusaha maupun buruh.
"Di satu sisi kita terus ingin tingkatkan kesejahteraan buruh, di sisi lain ada spending (pengeluaran, red) tambahan perusahaan terkait itu, pekerja harus produktif dan disiplin, bila itu terjadi maka akan ada win-win solution," kata Presiden saat pertemuan dengan wartawan di Istana Negara Jakarta, Senin malam.
Kepala Negara cara-cara pemaksaan kehendak dan tindakan berlebihan yang cenderung anarkis hanya akan menambah masalah.
"Tempuh cara baik bagi pekerja dan pengusaha respon dengan baik. Tindakan yang keluar dari itu, aksi yang merusak, pemaksaan kehendak hanya akan menimbulkan masalah baru, saya harap itu betul-betul dijalankan," tegas Presiden.
Presiden mengatakan dua minggu terakhir ini pemerintah telah melakukan sejumlah langkah agar tuntutan peningkatan upah pekerja bisa diakomodasi.
Dari pembicaraan dengan kalangan pengusaha, Presiden menangkap adanya sinyak bahwa pengusaha mampu meningkatkan upah pekerja, meski demikian besarannya harus dibicarakan antara pengusaha dan pekerja.
"Pengusaha kita sebenarnya mengatakan untuk tingkatkan upah minimal, saya senang ekonomi meningkat, dunia usaha meningkat dan merasa kewajiban moral untuk tingkatkan kesejahteraan," katanya.
(P008*D013*G003)
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com