Mamuju (ANTARA News) - Pakar sosiologi Universitas Hasanuddin (Unhas) memprotes pesan politik dari setiap calon kandidat yang akan bertarung di pilkada, tanpa menyampaikan pesan moral.

"Ini sangat memiriskan kita semua dan kehidupan demokrasi di negara ini, jika setiap kandidat yang akan bertarung di pilkada tidak menyampaikan pesan moral," kata pakar sosiologi dan budayawan Universitas Hasanuddin Makassar, DR Alwi Rahman, dalam dialog refleksi gerakan masyarakat sipil di era kekinian di Mamuju, Selasa.

Ia mengatakan, sangat memprihatinkan jika pesan politik yang disampaikan setiap kandidat di pilkada, tidak diikuti pesan moral, karena itu tidak akan ada jaminan calon pemimpin yang akan menjalankan konstitusi ketika terpilih, akan memiliki dan menjalankan konstitusi yang disertai dengan moralitas dalam melaksanakan tugasnya.

"Tidak ada konsistitusi tanpa moral atau 'No Constitution without moral', itu artinya konstitusi tidak akan dapat dijalankan dengan baik tanpa moral yang baik," katanya.

Karena kata dia, inti dan hakikat dari konstitusi yang adil dan berpihak kepada masyarakat, adalah dijalankannya konstitusi dengan disertai moralitas yang baik, apa jadinya konsitutusi kalau tanpa dijalankan dengan moral, konstitusi pasti dijalankan dengan sewenang-wenang," katanya.

Ia mencontohkan, di pilkada Gubernur Sulsel, yang akan digelar tahun 2013 mendatang, terdapat pesan politik dari salah satu kandidat yang akan bertarung, yang dituangkan dalam baliho kampanyenya yang bertuliskan "Ayomi", yang kata itu sama sekali di dalamnya tidak ada pesan moral.

"Kata 'Ayomi' dari salah satu kandidat itu, sama sekali tidak menunjukkan pesan moral yang bisa dijalankan dalam konstitusi kita, padahal kandidat yang akan bertarung itu akan jadi pemimpin dan akan menjalankan konstitusi di negara kita untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Oleh karena itu ia meminta agar setiap kandidat yang akan bertarung di pilkada dapat menyampaikan pesan moral kepada masyarakat dengan baik dan sesuai kepentingan dan tujuan konstitusi negara kita yaitu untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

"Dalam konstitusi negara kita sudah sangat jelas menyampaikan pesan moral seperti pada pada pasal 34 Undang Undang Dasar Tahun 1945, yang bunyinya, fakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara, jadi hendaknya pesan moral seperti itulah yang harus dijabarkan dan disampaikan kepada masyarakat untuk menjadi salah satu prioritas yang akan diperjuangkan ketika terpilih bagi para kandidat," katanya. (MFH)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar