Abuja (ANTARA News) - Perompak menembak mati kapten dan kepala kamar mesin (KKM) sebuah kapal barang di lepas pantai Nigeria, Senin, kata seorang pejabat Biro Maritim Internasional (IMB).

Perompakan itu merupakan yang terakhnir dari serangkaian serangan terhadap kapal di lepas pantai Nigeria, negara penghasil minyak utama Afrika, lapor Reuters.

"Perompak bersenjata memburu dan menembaki kapal barang berukuran besar itu. Kapal itu mengirim tanda bahaya dan bergerak ke arah Lagos. Semua awak, kecuali tim jembatan, bersembunyi di tempat perlindungan," kata IMB.

"Karena penembakan yang terus berlangsung, kapten dan KKM terkena tembakan," kata biro itu dalam pernyataan di situs beritanya.

Serangan itu, yang berlangsung sekitar 110 mil sebelah selatan kawasan komersial dan kota pelabuhan utama Nigeria, Lagos, dilakukan dua hari setelah perompak di dua kapal di hamparan laut yang sama menembaki sebuah kapal barang lain dan memburunya selama 25 menit sebelum pergi, kata pernyataan itu.

Perompak di lepas pantai Nigeria lebih cenderung menyerang kapal untuk mencari uang kontan dan menjarah barang, bukan menangkap awak untuk meminta uang tebusan seperti yang dilakukan perompak di lepas pantai Somalia.

Perompak yang beroperasi di lepas pantai Somalia meningkatkan serangan pembajakan terhadap kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden meski angkatan laut asing digelar di lepas pantai negara Tanduk Afrika itu sejak 2008.

Menurut Ecoterra International, organisasi yang mengawasi kegiatan maritim di kawasan itu, sedikitnya 47 kapal asing dan lebih dari 500 pelaut hingga kini masih ditahan oleh perompak.

Kapal-kapal perang asing berhasil menggagalkan sejumlah pembajakan dan menangkap puluhan perompak, namun serangan masih terus berlangsung.

Perairan di lepas pantai Somalia merupakan tempat paling rawan pembajakan di dunia, dan Biro Maritim Internasional melaporkan 24 serangan di kawasan itu antara April dan Juni tahun 2008 saja.

Angka tidak resmi menunjukkan 2009 sebagai tahun paling banyak perompakan di Somalia, dengan lebih dari 200 serangan -- termasuk 68 pembajakan yang berhasil -- dan uang tebusan diyakini melampaui 50 juta dolar.

Kelompok-kelompok bajak laut Somalia, yang beroperasi di jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Asia dan Eropa, memperoleh uang tebusan jutaan dolar dari pembajakan kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden.

Patroli angkatan laut multinasional di jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Eropa dengan Asia melalui Teluk Aden yang ramai tampaknya hanya membuat geng-geng perompak memperluas operasi serangan mereka semakin jauh ke Lautan India.

Dewan Keamanan PBB telah menyetujui operasi penyerbuan di wilayah perairan Somalia untuk memerangi perompakan, namun kapal-kapal perang yang berpatroli di daerah itu tidak berbuat banyak, menurut Menteri Perikanan Puntland Ahmed Saed Ali Nur.

Pemerintah transisi lemah Somalia, yang saat ini menghadapi pemberontakan berdarah, tidak mampu menghentikan aksi perompak yang membajak kapal-kapal dan menuntut uang tebusan bagi pembebasan kapal-kapal itu dan awak mereka.

Perompak, yang bersenjatakan granat roket dan senapan otomatis, menggunakan kapal-kapal cepat untuk memburu sasaran mereka.

Somalia dilanda pergolakan kekuasaan dan anarkisme sejak panglima-panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991. Selain perompakan, penculikan dan kekerasan mematikan juga melanda negara tersebut. (M014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar