ilustrasi (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)

Selain demam berdarah, leptospirosis, dan dipteri, kami juga meminta puskesmas-puskesmas untuk mewaspadai kemungkinan munculnya flu Singapura.
Berita Terkait
Yogyakarta (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meminta puskesmas mewaspadai kemungkinan munculnya penyakit flu Singapura, karena adanya perubahan cuaca yang cepat pada musim hujan saat ini.

"Selain demam berdarah, leptospirosis, dan dipteri, kami juga meminta puskesmas-puskesmas untuk mewaspadai kemungkinan munculnya flu Singapura," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Vita Yulia, di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, sejak awal tahun belum ada laporan yang masuk mengenai warga Yogyakarta yang terserang penyakit flu tersebut, begitu pula dengan tahun-tahun sebelumnya.

Ia mengatakan penyakit itu sangat rentan menyerang anak-anak dan balita yang relatif memiliki daya tahan tubuh tidak sekuat orang dewasa.

"Perubahan cuaca yang cepat, terkadang hujan deras dan terkadang panas, biasanya menyebabkan daya tahan tubuh cepat turun, sehingga bisa terserang penyakit ini," katanya.

Ia mengatakan gejala utama penyakit tersebut sama dengan gejala flu biasa, tetapi disertai dengan munculnya bintik-bintik kemerahan berisi air di telapak tangan dan kaki, serta di mulut muncul sariawan.

"Bagi anak-anak dan balita, sariawan di mulut pasti akan mengurangi nafsu makan mereka. Padahal, orang yang terkena penyakit ini harus mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi agar cepat sembuh," katanya.

Pengobatan yang diberikan, kata Vita adalah obat penurun panas, serta multivitamin, dan untuk bintik-bintik di tangan dan kaki diberikan antibiotik serta salep.

Sebelumnya, pakar penyakit dalam spesialis paru-paru Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Dr Sumardi mengatakan flu Singapura bukan penyakit berbahaya, namun tetap harus diwaspadai.

Dalam ilmu kedokteran, penyakit tersebut dikenal dengan nama "Hand foot and mouth disease" (HFMD) yang disebabkan oleh virus coxsacie A16 (CA 16) dan EV7.

"Masyarakat tidak perlu panik, karena penyakit ini tidak mematikan. Tetapi, bagi anak-anak yang daya tahan tubuhnya rendah karena menderita asma, kelainan jantung dan paru-paru, tidak boleh menganggap enteng penyakit ini," katanya.

Ia menambahkan, tidak ada obat khusus untuk mengatasi penyakit tersebut, karena penderita akan sembuh jika daya tahan tubuhnya sudah membaik.

Namun demikian, kata Sumardi, flu Singapura mudah menular apabila terjadi kontak langsung saat bicara, batuk, dan bersin.

Sehingga, untuk mencegah terjadinya penularan, penderita tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain, terutama pada anak-anak yang rentan terhadap penyakit.

"Apabila ingin beraktivitas, disarankan untuk menggunakan penutup muka guna mengurangi terjadinya penularan penyakit. Selain itu, juga menjaga pola hidup yang sehat dengan makan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh," katanya.

(E013/M008)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar