India kehilangan 500 miliar dolar dari pengelakan pajak
Selasa, 14 Februari 2012 07:11 WIB | 1869 Views
Ilustrasi - Penghindaran pajak. (istimewa)
Modal keluar ini yang menyebabkan terjadinya ketimpangan yang besar di India
Berita Terkait
New Delhi (ANTARA News/BBC) - India kehilangan 500 miliar dolar karena tindakan pengelakan pajak ke negera-negara 'tax havens' oleh warga negaranya.
Direktur Central Bureau of Investigasi (CBI) India, AP Singh mengatakan orang-orang India merupakan nasabah bank asing terbesar.
Dana-dana yang dikirim ke negara-negara yang menganut sistem bebas pajak (tax havens) seperti Mauritius, Switzerland, Lichtenstein, dan British Virgin Island, tambah Singh.
Para analis mengatakan, modal keluar ini yang menyebabkan terjadinya ketimpangan yang besar di India.
Singh mengatakan pada pembukaan program global Interpol terhadap anti korupsi dan penyehatan aset di, New Delhi, Senin lalu.
"Di perkirakan sekitar 500 miliar dolar uang ilegal milik warga negara India didepositokan di negara-negara yang menganut sistem bebas pajak (tax havens)," yang dipantau ANTARA News dari media lokal The Press Trust of India dan BBC.
Kurangnya 'political will' dari negara-negara tax havens untuk memberikan informasi karena mereka sangat berhati-hati untuk menahan informasi dimana perekonomian negara-negara tax havens itu menjadi 'aliran modal ilegal ini berasal dari negara-negara miskin', tambah Singh.
Dalam laporan yang dikeluarkan oleh grup yang berbasis di Amerika Serikat, Global Financial Integrity, pada November 2010 menyatakan, India telah kehilangan lebih dari 460 miliar dolar antara tahun 1948 -- setahun setelah kemerdekaan India dan 2008, karena perusahaan-perusahaan dan orang kaya secara ilegal mengalirkan kekayaan mereka ke luar negeri.
Laporan itu juga menyebutkan, aliran keluar dari uang terlarang telah meningkat setelah reformasi ekonomi yang dimulai pada tahun 1991.
(E012)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com