Wakil Ketua Komisi VI, Aria Bima.(FOTO ANTARA/Andika Wahyu) ()

Mestinya perbankan tak lagi semata-mata mementingkan kinerjanya dalam aspek bisnis keuangan, melainkan juga sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan penguatan daya saing nasional.
Berita Terkait
Pekanbaru (ANTARA News) - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi Perindustrian, Perdagangan dan BUMN, Aria Bima, mengatakan, salah satu faktur utama pelemah daya saing produk kita, karena terlalu tingginya suku bunga kredit di Indonesia.

"Suku bunga perbankan kita bahkan tertinggi di antara negara anggota ASEAN," katanya kepada ANTARA News melalui jejaring komunikasi, Selasa.

Karena itu, terkait turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia atau `BI rate` dari enam menjadi 5,75 persen, diharapkan segera ada perubahan paradigma di kalangan perbankan, terutama bank-bank BUMN.

"Mestinya perbankan tak lagi semata-mata mementingkan kinerjanya dalam aspek bisnis keuangan, melainkan juga sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan penguatan daya saing nasional," tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini berulang mengingatkan, salah satu faktor utama pelemah daya saing produk kita, ialah, terlalu tingginya suku bunga kredit usaha di Indonesia.



Bunga Penentu Kompetisi

Aria Bima menuturkan, mahalnya bunga kredit ini, lalu dibebankan kepada konsumen berupa tingginya harga jual produk.

"Dalam konteks rezim perdagangan bebas, yang memberlakukan tarif bea masuk nol persen, disparitas suku bunga antarnegara ini menjadi salah satu faktor penentu kompetisi," tandasnya.

Negara yang suku bunga kreditnya terlalu tinggi, seperti Indonesia, menurutnya, akibatnya menjadi tidak kompetitif lagi produknya untuk bersaing di pasar regional maupun global.

"Rendahnya suku bunga kredit perbankan juga penting untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi. Karena bunga kredit yang rendah akan kondusif untuk ekspansi usaha," katanya.

Ia berharap, pemerintah pun mestinya tak lagi memperlakukan bank-bank BUMN sebagai mesin pendulang untung belaka.

"Pemerintah harus menempatkan bank-bank BUMN sebagai pengakselerasi penguatan ekonomi dan daya saing nasional. Maka, seiring turunnya `BI rate`, bank-bank BUMN harus memelopori tersedianya kredit murah bagi pelaku usaha, terutama kalangan ekonomi lemah (UMKM)," ujar Aria Bima.

(M036)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar