Kadin minta pemerintah libatkan pengusaha smelter
Selasa, 14 Februari 2012 09:32 WIB | 1470 Views
Logo KADIN Indonesia (kadin-indonesia.or.id)
Jika industri smelter-nya tumbuh dan berkembang bisa dipastikan Indonesia bisa menjadi negara besar yang dapat mengekspor hasil olahan tambangnya yang sedemikian banyak.
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah diminta melibatkan para pengusaha smelter (peleburan) dalam melakukan upaya hilirisasi kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral agar dapat mengoptimalkan nilai tambah yang dihasilkan dari aktivitas itu.
"Jika industri smelter-nya tumbuh dan berkembang bisa dipastikan Indonesia bisa menjadi negara besar yang dapat mengekspor hasil olahan tambangnya yang sedemikian banyak," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur dalam keterangan tertulisnya yang diterima, di Jakarta, Selasa.
Menurut Natsir Mansyur, bila pertumbuhan dan perkembangan industri smelter dapat melesat maka diharapkan dapat menerima dan mengolah hasil tambang yang terdapat di tanah air.
Karena itu, ujar dia, penerapan Undang-undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) yang diikuti Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral No 7 tahun 2012 sangat tepat untuk mendukung program industri hilirisasi hasil tambang, karena ekspor Indonesia saat ini masih didominasi hasil tambang setengah jadi.
"Dengan adanya program industri hilirisasi hasil tambang yang dikuatkan dengan Peraturan Menteri ESDM No.7/2012 sangatlah tepat, namun ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah yakni sinergi antar kementrian," katanya.
Natsir yang juga merupakan Dirut PT Indosmelt juga mengatakan, sinergi antar kementerian itu termasuk antara lain untuk mengatasi "bottlenecking" (hambatan) bagi pengusaha yang berminat membangun smelter.
Untuk itu, ia juga mengemukakan agar pemerintah perlu memperhatikan apakah terdapat masalah atau tidak dengan proses usaha dalam mendukung program hilirisasi tersebut.
Permasalahan tersebut, masih menurut dia, termasuk insentif yang diberikan pemerintah seperti apakah program itu sudah masuk dalam program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia).
Selain itu, lanjut Natsir, patut pula diperhatikan adanya kepastian perusahaan tambang untuk menyuplai industri smelter tersebut karena dengan program hilirisasi yang diterapkan di Indonesia, sudah dipastikan bahwa pabrik atau industrinya juga harus terdapat di Indonesia.
"Membangun industri smelter membutuhkan kepercayaan dari mitra kerja, teknologi, waktu dan pendanaan, jadi kalau pemerintah berkeinginan untuk mensukseskan program ini pengusaha/BUMN yang mau bangun smelter perlu diajak bicara jangan dilepas bebas pengusaha jalan sendiri agar program hilirisasi di sektor ini bisa sukses," kata Natsir.
(M040/A011 ) Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com