Pengusaha cokelat menjamur, omzet di Hari Valentine turun
Selasa, 14 Februari 2012 10:16 WIB | 1577 Views
Pekerja melakukan 'finishing' bolu cokelat di Dapur Cokelat Menteng, Jakarta, Selasa (7/2). (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)
Berita Terkait
Semarang (ANTARA News) - Kian banyaknya orang menekuni usaha cokelat rumahan di Kota Semarang membuat omzet pengusaha cokelat menurun saat Valentine tahun ini.
Pengusaha cokelat rumahan, Amy Setiawati, di Semarang, Selasa, mengakui tahun ini pesanan cokelat untuk hari Valentine atau hari kasih sayang itu tidak sebanyak tahun lalu.
"Tahun ini pesenannya turun. Tahun lalu saya melayani pesanan cokelat Valentine lebih dari 100 toples, Valentine tahun ini tidak ada 100 toples meski sebenarnya tiap Valentine pasti pesanan naik dari hari biasa," katanya.
Turunnya pesanan cokelat untuk hari Valentine tahun ini, menurut dia, disebabkan karena semakin banyaknya orang menekuni usaha cokelat, seperti karyawan-karyawannya dulu yang sudah mulai mencoba membuka usaha sendiri.
"Tentu saja ini berimbas ke omzet saya pada Valentine tahun ini. Kalau biasanya setiap momentum Valentine bisa dapat Rp5 juta, tapi tahun ini hanya dapat omzet sekitar Rp2 juta," katanya.
Usaha cokelatnya yang diberi nama "AMY Chocolate" itu sudah berdiri sejak empat tahun lalu. Pada awalnya, Amy memiliki tiga karyawan dari ibu-ibu sekitar tempat tinggalnya, tetapi mereka sekarang sudah mencoba membuat usaha coklat sendiri.
Ia mengungkapkan jurus jitu untuk tetap bertahan di bisnis coklat ini adalah terus melakukan inovasi untuk membuat coklat buatannya berbeda dari coklat lain. Kalau biasanya coklat dipadu dengan kacang mete, coklat Amy diisi dengan buah-buahan.
(KR-ZLS/B008)
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com