Lebak (ANTARA News) - Ariani (21), seorang mahasiswi satu perguruan tinggi di Kabupaten Lebak, Banten, sudah sebulan lalu hilang.

Orang tua Ariani, Bahrudin dan Ardaneswari, di rumahnya di Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak sangat mengharapkan anaknya itu segera kembali.

"Kami dan adik-adik sangat menunggu kepulangan Ariani yang menghilang Rabu (28/12) setelah membayar angsuran TV di Bank BCA di kawasan Pasar Baru Rangkasbitung," kata Bahrudin di Rangkasbitung, Selasa.

Bahrudin mengaku, dirinya setiap hari berusaha mencari putri pertamanya itu ke mana-mana, termasuk menanyai teman-teman kuliah Ariani.

Pencarian juga bukan hanya wilayah Rangkasbitung saja, tetapi hingga ke luar daerah. Dan, kasus tersebut sudah dilaporkan kepada aparat kepolisian setempat.

Namun, kata dia, hingga kini kepolisian belum bisa mengungkap dan menemukan jejak anaknya itu.

Ariani, merupakan mahasiswi semester tujuh jurusan manajamen di Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi (STIE) La Tansa Mashiro Rangkasbitung.

"Kami minta Ariani segera pulang, karena ibu sering sakit-sakitan memikirkan putrinya yang hingga kini belum diketahui keberadaanya," ujarnya.

Bahrudin yang sehari-hari bekerja pada Sekertaris Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lebak merasa terpukul selama sebulan tidak bertemu anak kesayanganya.

"Mudah-mudahan anak kami sehat wal afiat dan tidak diapa-apakan oleh orang yang membawanya," ujarnya.

Menurut tetangganya, Ariani  terakhir dijemput oleh seorang lelaki berkulit hitam dengan menggunakan sepeda motor.

"Kendaraan motor itu bermerk Honda Supra," katanya.

Kepala Bagian Operasional Polres Lebak Kompol Yudhis Wibisana mengatakan, kepolisian masih menyelidiki kasus menghilangnya Ariani Bahrudin karena saat ini belum ada petunjuk yang mengarah penculikan.

Petugas sudah disebar ke beberapa lokasi, termasuk pemeriksaan beberapa orang yang diduga teman dekatnya.

Kemungkinan dia dibawa lari oleh kekasihnya, apalagi ia dikabarkan menjalin hubungan asmara dengan seorang lelaki yang sudah berkeluarga dan tidak direstui orangtuanya.

"Kami akan bekerja keras untuk mengungkap kasus menghilangnya Ariani yang sudah sebulan lebih," katanya.

(KR-MSR/E001)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar