Jakarta (ANTARA News) - Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Nurhayati Ali Assegaf menyayangkan prilaku segelintir kader Demokrat yang sering mengumbar pernyataan tentang partai ke luar ketimbang mengkomunikasikannya secara internal.

"Karenanya kita mempertanyakan apa sesungguhnya motif mereka yang sudah tidak lagi berada di struktur partai tetapi kemudian berbicara kesana kemari dengan dalih mencintai partai ini," ujarnya kepada pers di Gedung DPR Jakarta, Selasa.

Penegasan Nurhayati yang juga anggota Komisi I DPR RI itu menanggapi berbagai pernyataan yang dikemukakan mantan-mantan pengurus DPC Partai Demokrat, diantaranya dari Sulawesi Utara, terkait isu politik uang dalam Kongres Demokrat di Bandung, Mei 2010 lalu.

Menurut dia, kalau para kader itu memang benar-benar ingin membangun Partai Demokrat maka seharusnya mereka mengkomunikasikan berbagai persoalan yang masih mengganjal di internal partai dan bukan mengumbarnya di media massa.

Ditegaskannya bahwa dalam tubuh PD telah ada institusi Komisi Pengawasan yang berfungsi mengawasi setiap kader partai. Di komisi itu pula berbagai pernyataan kader yang memicu kontroversi di masyarakat luas terkait partai akan di klarifikasi.

Lebih lanjut Nurhayati mencontohkan bahwa apabila ada persoalan dalam satu keluarga antara seorang ayah dengan anaknya, maka sangat tidak etis apabila masalah itu kemudian di publikasikan kemana-mana sehingga masyarakat luas menjadi tahu aib keluarga tersebut.

Selain menilai tidak pantas mempublikasikan berbagai persoalan internal partai ke publik secara luas, Nurhayati menambahkan, hal itu juga rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain di luar Demokrat untuk semakin mendiskreditkan partai.

"Kader-kader ini tampaknya tidak sadar kalau mereka itu sebenarnya juga sedang dijadikan alat oleh pihak-pihak tertentu yang pada akhirnya justru bisa menjatuhkan citra partai," ujarnya.

Saat ditanya pihak-pihak mana saja yang mencoba merongrong citra Demokrat, secara diplomatis Nurhayati menyatakan bahwa itu bisa terlihat dengan adanya upaya mendorong-dorong orang yang sebelumnya tidak di kenal publik lalu sekarang muncul dan menjadi headline di mana-mana karena pengakuannya tentang Kongres Bandung.

Nurhayati juga mengatakan bahwa adanya friksi dalam suatu partai politik adalah hal yang biasa. Tetapi seharusnya semua friksi itu dibicarakan di internal partai dan tidak menjadi konsumsi publik secara luas. (ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar