Jakarta (ANTARA News) - Rusia mengapresiasi langkah pendekatan yang telah dilakukan Indonesia untuk mendorong proses demokrasi di Myanmar.

"Rusia mendukung langkah-langkah Indonesia melalui ASEAN yang terus menerus mendesak pemerintah Myanmar agar melakukan dialog dengan oposisi," ujar Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia sudah tepat, berbeda dengan AS dan Uni Eropa yang memberlakukan sanksi terhadap Myanmar.

"Rusia tidak pernah mendukung sanksi yang diberlakukan kepada Myanmar karena sanksi tidak pernah menyelesaikan masalah," kata dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, sanksi yang diberlakukan itu harus secepatnya dicabut.

Dubes Ivanov juga menambahkan Rusia sendiri mendukung perkembangan demokrasi di Myanmar, namun mengecam keras sanksi yang diterapkan kepada negara itu.

Presiden Myanmar Thein Sein pada akhir Januari meminta Barat mencabut sanksi terhadap rezimnya karena telah memenuhi agenda reformasi.

Namun, Barat baru mencabut satu sanksi dari banyak sanksi yang diterapkan terhadap Myanmar. Dengan pencabutan itu, memungkinkan Myanmar mendapatkan bantuan ekonomi.

Beberapa langkah telah diambil oleh pemerintah Myanmar, yakni membuka jalan bagi ikon demokrasi Aung San Suu Kyi dan partainya NLD untuk berpartisipasi dalam pemilihan legislatif.

Kemudian, membebaskan tahanan politik, kebebasan rakyat sipil, dan pembicaraan gencatan senjata dengan kelompok etnis minoritas.
(I025/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar