New Delhi (ANTARA News) - Indonesia mengharapkan ASEAN bisa memperkuat kerja sama internasional di bidang keamanan nontradisional terutama yang berkaitan dengan penanggulangan bencana alam, perdagangan manusia, penyelundupan narkoba, dan terorisme.

"Indonesia selama ini banyak menghadapi ancaman keamanan nontradisional sehingga dengan kerja sama internasional penanganannya akan lebih mudah," kata Penasehat Menteri Pertahanan Bidang Kerja Sama Internasional, Sumadi Brotodiningrat, saat berbicara dalam Dialog Delhi IV di New Delhi, Selasa.

Sumadi mengingatkan peran internasional dalam penanggulangan bencana tsunami di Aceh pada 2004 bisa menjadi contoh penting keberhasilan dalam menghadapi permasalahan tersebut.

Begitu pula dengan persoalan perdagangan manusia. Selama ini wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia sering menjadi tempat transit bagi jaringan "human trafficking" dari Irak maupun Afghanistan.

Kerja sama regional menjadi relevan dalam menghadapi kemungkinan kejadian yang sama di masa datang, ujarnya.

Ia mengakui, anggota Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) sebelumnya dikenal peka dalam menghadapi isu yang menyangkut soal keamanan.

"Namun belakangan disadari bahwa soal keamanan nontradisional itu sudah menjadi permasalahan bersama, bukan soal satu negara dengan negara lainnya," kata Sumadi.

Isu keamanan nontradisional kini sudah sering menjadi fokus pembahasan dalam berbagai pertemuan regional ASEAN maupun dengan mitra dialog.

Dalam kaitan tersebut, mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat ini menyampaikan apresiasi atas insiatif India untuk ikut mengangkat permasalahan keamanan nontradisional dalam forum Dialog Delhi kali ini.
(T.F004/S024)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar