DKI bantu selesaikan banjir di Jakarta dan Tangerang
Selasa, 14 Februari 2012 22:28 WIB | 1710 Views
Jakarta (ANTARA News) - Pemprov DKI siap membantu Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane untuk mengatasi banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Tangerang dan DKI, Selasa.
Kepala Bidang Sumberdaya Air Dinas PU DKI Tardjuki menegaskan siap membantu penanganan banjir tersebut yang sebenarnya tanggung jawab Departemen Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane.
"Kemarin Pa Erry (kepala Dinas PU DKI) telah melakukan pertemuan dengan kepala Balai BWSCC untuk menawarkan bantuan penyelesaian masalah jebolnya tanggul penahan aliran Kali Pesanggrahan supaya masyarakat tidak menderita," kata Tardjuki dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.
Tardjuki mengaku telah mengirimkan tim untuk melakukan pemantauan di lapangan guna membantu penyelesaian masalah banjir yang menimpa pemukiman warga di Kelurahan Petogogan, Kecamatan, Kebayoran Baru, dan Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
"Tim yang dikirim telah memberikan laporan bahwa yang diperlukan di sana seperti pembuatan penahan sementara dari karung yang berisikan pasir dan bronjong. Kamis siap jika Balai tidak bisa menyelesaikan dan mereka membutuhkan bantuan. Kan tinggal Pak Gubernur perintahkan saja," katanya.
Menurutnya, dibutuhkan dana sebesar Rp200 juta untuk membangun kembali tanggung yang jebol dan penyelesaian masalah sosial di masyarakat akibat bencana tersebut. "Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah ini sekitar lima hari dengan dana sebesar Rp200 juta rupiah. Tapi terlebih dulu harus dikeringkan dengan pembuatan tanggul sementara," kata Tardjuki.
Anggaran yang ada di Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane sebesar Rp2,7 triliun itu sangat cukup memadai untuk memelihara dan menyelesaikan persoalan yang kerang kali terjadi di kedua aliran sungai tersebut.
Lebih lanjut Tardjuki menjelaskan Dinas PU DKI masih menunggu perkembangan penanganan banjir yang dilakukan oleh kementrian pekerjaan umum. "Kami tidak bisa sertamerta mengambil alih penyelesaian banjir karena UU-ya tidak memungkinkan hal itu. Kalau kami ambil alih nanti kami ditegur BPK. Nah kalau mereka sudah tidak sanggup maka kami ambil alih," lanjutnya.
Sementara itu Air yang menggenangi wilayah Jakarta Selatan kemarin, hingga siang ini belum juga surut dari pemukiman warga di Kelurahan Petogogan, Kecamatan, Kebayoran Baru, dan Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Akibat banjir tersebut, aktivitas warga sedikit terhambat.
Di Kelurahan Petogogan banjir terlihat masih menggenangi RW 01, 02, dan 03. Sebanyak 1.700 KK harus terhambat aktivitasnya karena rumah, dan jalan akses warga yang masih tergenang akibat meluapnya Kali Krukut.
"Debit air naik mulai tengah malam tadi, dengan ketinggian antara 1-1,5 meter," ujar Soleh, warga RT 001/01, Kelurahan Petogogan.(*)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com