Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq dalam suatu kesempatan (ANTARA/M Agung Rajasa )

Yang kami tuntut bukan pembubaran FPI tetapi kekerasan yang sering dipertontonkan oleh FPI,"
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News News) - "Selamat hari kasih sayang, Rizieq!" teriak Helga Worokicen, salah satu peserta aksi damai "Gerakan Indonesia Tanpa FPI" di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa sore.

Sosok yang dimaksud Helga adalah Habib Rizieq, ketua Front Pembela Islam (FPI).

"Yang kami tuntut bukan pembubaran FPI tetapi kekerasan yang sering dipertontonkan oleh FPI," kata salah satu juru bicara gerakan Indonesia Tanpa FPI, Tunggal.

Tunggal mengatakan kekerasan yang selalu dipertontonkan di hadapan publik seolah-olah menjadi legitimasi dan tidak ada tindakan tegas dari negara maupun aparat hukum. "seolah-olah ada imunitas dan pembiaran," katanya.

"Selama penegakan hukum belum ditegakkan secara maksimal, budaya kekerasan yang dilakukan FPI bisa direplikasi," lanjut Tunggal.

Rencana aksi "Indonesia Tanpa FPI" tersebut disebar di jejaring sosial seperti Twitter, Broadcast Blackberry Messenger yang diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan, organisasi, bahkan tokoh-tokoh ternama seperti Hanung Bramantyo, Jajang C Noer, dan Ayu Utami.

Aksi dimulai dengan menyanyikan lagu "Indonesia Raya" dan teriakan dari peserta aksi "Indonesia damai tanpa FPI, tanpa kekerasan".

Di tengah-tengah aksi sempat terjadi kericuhan yang dilakukan oleh oknum tidak dikenal dan menyebabkan koordinator lapangan, Bhagavad Sambada, menderita luka di bagian pelipis.

Bhaga sempat diamankan hingga aksi selesai, begitu juga peserta bernama Bandi dari komunitas Gusdurian yang digiring ke Polda Metro Jaya.

Pada detik-detik akhir aksi, saat peserta mulai bubar, petugas kepolisian tiba-tiba menangkap dua orang yang diduga membawa senjata tajam.

"Mereka bukan peserta aksi, ditangkap karena diduga membawa senjata tajam dan ketapel," kata peserta aksi dan saksi mata, Ari nugraha.
(M047)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar