Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan Indonesia memasuki abad 21 telah menetapkan doktrin kebijakan luar negeri untuk bisa bekerja sama dalam kerangka bilateral dan multilateral sesuai dengan kepentingan nasional.

Hal tersebut disampaikan saat berpidato dalam acara pertemuan dengan duta besar negara sahabat dan perwakilan organisasi internasional di Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta.

Kepala Negara mengatakan perubahan politik dan kerja sama internasional membuat Indonesia beradaptasi melalui peningkatan peran secara internasional sehingga kepentingan nasional dapat tercapai sekaligus tetap menjalankan kewajiban moral sebagai salah satu bagian dari masyarakat global.

"Kita melihat keadaan dunia saat ini penuh dinamika dan perubahan, kita masih hadapi isu yang kritikal dan fundamental. Saya kira saudara sependapat bahwa yang kita perlukan untuk atasi isu global adalah kerja sama global. Kita punya semangat dan energi, dengan kolaborasi global kita berbuat bersama untuk membangun dunia kita yang lebih aman dan damai, adil dan membawa kemakmuran bagi semua," kata Presiden.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam sambutannya mengatakan peran Indonesia semakin meningkat dalam kerja sama internasional dan posisi Jakarta saat ini sebagai salah satu ibu kota diplomatik di kawasan Asia Timur juga semakin menguat.

"Perwakilan dari berbagai negara di seluruh dunia dari Azerbaijan hingga Zimbabwe dari Panama hingga Finlandia juga perwakilan asing sangat beragam dari negara maju hingga berkembang dari negara kepulauan hingga landlock. Juga organisasi internasional di berbagai bidang, Sekretariat Asean, UNDP, ILO dan WHO," ujarnya.

Keragaman ini, lanjutnya, mencerminkan aspek multidimensi politik luar negeri Indonesia dengan berbagai perkembangan di tanah air dan berkembang pesat ASEAN, maka Jakarta akan semakin menjadi ibu kota diplomatik di Asia Timur.

Saat ini, menurut dia, terdapat 128 perwakilan negara sahabat dan juga perwakilan organisasi internasional di Jakarta.
(P008/R010)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar