Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah serius menanganai penyelesaian masalah Ahmadiyah dan juga Gereja Yasmin melalui sejumlah langkah termasuk mediasi sehingga kerukunan antara umat beragama tetap terjaga.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan meskipun pada 2011 dan 2012 terjadi sejumlah peristiwa konflik namun secara umum kerukunan antarumat beragama masih terjaga dengan baik termasuk penanganan kasus Ahmadiyah dan jemaat Gereja Yasmin.

Presiden mengatakan memang dalam beberapa kasus ditemukan adanya aparat yang bertindak kurang antispasi dan kadangkala tidak tuntas dalam menyelesaikan permasalahan.

"Saya akui, bahwa sejumlah penanganan dari aparat keamanan, kejadian tertentu, terlambat, kurang antisipasi, kadang tidak tuntas, kadang nampak kurang profesional, karena menjadi perhatian publik, cara menjelaskan ke publik juga kurang efektif sehingga menyisakan image yang tidak baik," kata Presiden.

Untuk kasus Ahmadiyah, Presiden mengatakan pemerintah menghormati kebebasan beribadah namun tentunya memerlukan pengaturan agar semua berjalan dengan baik.

Sementara untuk kasus Gereja Yasmin, Presiden mengatakan pemerintah menjadi mediator agar terjadi mediasi antara semua pihak.

"Ini masalah perijinan dan hubungan masyarakat lokal, kami terus mengelola melalui pendekatan hukum dan non hukum. Bila pendekatan hukum semata kadang tidak efektif mengakhiri benturan. Dengan pendekatan tambahan justru bisa permanen selesaikan," katanya.

Presiden menambahkan,"pemerintah terus lakukan mediasi dan mencari solusi,mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa temukan penyelesaian. Saya mendorong walikota, gubernur dan masyarakat lokal (untuk bisa berdialog-red), saya ingin jemaat bisa tenang lakukan ibadah di Bogor, semua WNI punya hak untuk menjalankan ibadahnya."
(P008)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar