OKI tentang campur tangan asing di Suriah
Rabu, 15 Februari 2012 14:15 WIB | 2132 Views
Sekjen OKI, Ekmeledin Ihsanoglu. (onislam.net)
Berita Terkait
Canberra (ANTARA News) - Organisasi Kerja sama Islam (OKI) pada Rabu mendesak tekanan diplomatik yang lebih besar untuk mendorong pemerintah Suriah agar berunding dengan kelompok oposisi namun menentang campur tangan militer asing.
Sekretaris Jenderal OKI, Ekmeledin Ihsanoglu, mengatakan kepada peserta dalam satu pertemuan di Canberra bahwa campur tangan militer akan membahayakan rakyat Suriah, sama seperti konflik yang terjadi di Irak, Libya dan Somalia.
"Segala bentuk campur tangan militer bahayakan keadaan bukannya memecahkan konflik," kata dia.
Kekuatan internasional -- OKI dan Liga Arab-- berencana untuk bertemu di Tunisia pada 24 Februari dalam rangka membentuk kelompok Teman Suriah untuk mencari cara mengakhiri konflik di Suriah secara damai.
"Ini akan meningkatkan tekanan agar pemerintah mau berbicara dengan oposisi. Kami harus bekerja maksimal untuk menciptakan cetak biru transformasi kekuasaan di masa akan datang," tambah Ihsanoglu.
OKI merupakan organisasi yang beranggota 57 negara.
Ketua Pusat Pengkajian Islam Sunni, Al Azhar, pada Selasa menyerukan agar Arab berani menindak pemerintah Suriah, seiring meningkatnya tekanan wilayah itu kepada Presiden Bashar Al Assad.
Presiden Bashar Al Assad adalah anggota minoritas mazhab Alawite --cabang dari Islam Syiah-- yang mendominasi Suriah selama 50 tahun, demikian Reuters melaporkan.
(I025/M016)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com