Pekanbaru (ANTARA News) - Satelit "National Oceanic and Atmospheric Administration" (NOAA)-18 selama dua pekan terakhir mendeteksi sebanyak 161 titik kebakaran atau "hotspot" di sebagian besar wilayah Riau.

"Sementara untuk di Sumatra (termasuk Riau, red), NOAA mendeteksi sedikitnya ada 259 `hotspot` yang tersebar di sejumlah provinsi," kata analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Sanya Gautami di Pekanbaru, Rabu.

Sanya mengatasnamakan Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Philip Mustamu mengatakan, khusus di Riau, sebaran titik kebakaran terbanyak terdeteksi di tanggal 12 Februari 2012, dimana jumlahnya mencapai 60 titik.

Kemudian terbanyak kedua khusus Riau, kata dia, terdeteksi di tanggal 13 Februari 2012 dengan jumlah `hotspot` sekitar 35 titik.

"Kemudian untuk Sumatra secara keseluruhan (termasuk Riau,red), titik api terbanyak juga terjadi di tanggal 12 Februari 2012, dengan jumlah mencapai 68 titik. Terbanyak itu juga di Riau," katanya.

Tingginya kemunculan titik kebakaran hutan atau lahan di sebagian besar wilayah Riau menurut Sanya, kemungkinan disebabkan cuaca yang cenderung cerah berawan atau minim hujan.

Namun untuk beberapa hari ini, kata dia, sebagai Riau mulai cenderung dilanda hujan, namun dengan intensitas ringan-sedang.

Dari hasil monitoring citra satelit awan, analisa "streamline" dan kondisi fisik serta dinamis udara, pada umumnya menurut Sanya, cuaca di sebagian besar wilayah Riau berawan.

Walau demikian, katanya, peluang hujan dengan intensitas ringan-sedang masih tetap ada dan cenderung lebih tinggi dari pekan sebelumnya.
(KR-FZR/Z003)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar