Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah akan menjual surat berharga syariah negara atau sukuk negara dengan target indikatif Rp1 triliun melalui lelang pada 23 Februari 2012.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Yudi Pramadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menyebutkan, penjualan sukuk negara itu untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2012.

Lelang pada 23 Februari 2012 itu merupakan pengganti lelang yang sebelumnya direncanakan pada 28 Februari 2012.

Ada empat seri sukuk negara yang akan dilelang di mana semuanya adalah sukuk negara berbasis proyek dan merupakan penjualan kembali. Keempat seri sukuk negara itu adalah seri PBS001 dengan tingkat imbalan 4,45 persen dan akan jatuh tempo 15 Februari 2018.

Seri PBS002 dengan tingkat imbalan 5,45 persen, akan jatuh tempo 15 Januari 2022. Seri PBS003 dengan tingkat imbalan 6,0 persen, jatuh tempo 15 Januari 2027. Seri PBS004 dengan tingkat imbalan 6,10 persen dan jatuh tempo 15 Februari 2037.

Sementara itu pemerintah menyerap dana sebesar Rp2,18 triliun pada lelang lima seri sukuk 14 Februari 2012, dari penawaran yang masuk sebesar Rp7,06 triliun.

Rincian jumlah itu adalah seri

Jumlah dimenangkan untuk seri PBS001 sebesar Rp25 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,72 persen dan tingkat imbalan 4,45 persen. Jumlah penawaran yang masuk dalam lelang Rp246 miliar dengan imbal hasil tertinggi masuk 5,66 persen dan terendah 4,72 persen.

Seri PBS003 sebesar Rp100 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,75 persen, tingkat imbalan 6,0 persen. Jumlah penawaran yang masuk Rp476 miliar dengan imbal hasil tertinggi 6,31 persen dan terendah 5,72 persen.

Seri PBS004 sebesar Rp2,05 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,25 persen dan tingkat imbalan 6,10 persen. Penawaran yang masuk Rp3,78 triliun dengan imbal hasil tertinggi 7,00 persen dan terendah 6,16 persen.

Sementara untuk seri SPNS-15082012 dan PBS002 tidak ada yang dimenangkan. Penawaran yang masuk untuk SPNS-15082012 sebesar Rp2,33 triliun dengan imbal hasil tertinggi masuk 4,25 persen dan terendah 3,72 persen.

Sedangkan penawaran yang masuk untuk PBS002 sebesar Rp219 miliar dengan imbal hasil tertinggi yang masuk 5,66 persen dan terendah 4,72 persen.


Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar