Menteri KP Serahkan Bantuan Bagi Nelayan Korban Paceklik
Rabu, 15 Februari 2012 15:25 WIB | 895 Views
Adityawarman
Jakarta, 15/2 (ANTARA) - Datangnya angin musim barat yang sering menimbulkan cuaca ekstrim dan gelombang tinggi masih menjadi masalah bagi para nelayan. Akibatnya, masa paceklik ikan terjadi di seluruh sentra ikan di Indonesia, seperti di Sulawesi, Maluku, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara, dan Yogyakarta. Sehubungan dengan itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, menyerahkan bantuan kepada nelayan korban paceklik dalam kunjungan kerjanya ke Yogyakarta, Rabu (15/2).
Bantuan yang diserahkan di Pantai Depok Baru, Kabupaten Bantul, itu antara lain berupa paket pelatihan mata pencaharian alternatif di masa paceklik untuk nelayan di seluruh Indonesia. Secara simbolis bantuan tersebut diterima oleh nelayan asal Yogyakarta dalam bentuk bahan praktek pelatihan. Bantuan juga diberikan dalam bentuk sembako dari Bank Rakyat Indonesia sejumlah 1.298 paket dan beras sejumlah 2 ton dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bagi nelayan Yogyakarta yang secara simbolis diserahkan kepada dua nelayan dari Kabupaten Bantul.
Sebagaimana disampaikan Sharif dalam sambutannya, bantuan paket pelatihan merupakan bagian dari kegiatan pelatihan tanggap musim paceklik nelayan yang diselenggarakan KKP melalui lima Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) bagi 1.588 orang. Total anggaran untuk kegiatan ini pada tahun 2012 mencapai 4,9 miliar rupiah. Khusus di Yogyakarta, pelatihan tanggap musim paceklik nelayan dilaksanakan dalam 8 paket pelatihan bagi 240 kelompok nelayan, yang diharapkan dapat berpengaruh dalam peningkatan keterampilan dan kemampuan sampai dengan 2.400 orang nelayan, termasuk perempuan dan keluarganya.
Untuk menjaga agar kemampuan dan keterampilan hasil pelatihan dapat dimanfaatkan dengan baik sesuai tujuannya, maka dipilih jenis mata pencaharian alternatif dari sumber daya yang ada di sekitar nelayan serta sesuai dengan kebutuhannya. Jenis pelatihan yang diberikan tersebut antara lain terdiri atas budidaya perikanan, pengolahan hasil perikanan, permesinan, usaha garam rakyat, dan kerajinan kekerangan dan hasil laut. Mata pencaharian alternatif juga disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Berbeda dengan bantuan uang yang akan cepat habis, bantuan pelatihan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk jangka panjang. Dengan demikian masyarakat nelayan dapat secara mandiri meningkatkan kesejahteraannya. Keterampilan hasil pelatihan dapat dimanfaatkan setiap saat, tidak hanya pada saat nelayan tidak dapat melaut. Nelayan dapat pula mempunyai penghasilan tambahan dari usaha sampingan hasil pelatihan, misalnya budidaya ikan.
Pasca pelatihan, masyarakat tetap perlu dibina dan didampingi melalui peran para penyuluh dan kerja sama dengan instansi terkait sebagai penjamin keberhasilan program bantuan pelatihan yang diberikan. Untuk itu, KKP menyinergikan peran penyuluh perikanan dengan IPTEKMAS, yaitu penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masyarakat di bidang kelautan dan perikanan.
Dalam kesempatan kunjungannya, Menteri KP juga menyampaikan bantuan kegiatan IPTEKMAS dari Badan Litbang Kelautan dan Perikanan berupa Teknologi Budidaya Ikan dalam Kolam Akuaponik senilai Rp 302.295.000, tambahan daya untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 10 KW per hari senilai Rp 890 juta, satu unit ice maker senilai Rp 100 juta, dan paket peningkatan nilai tambah produk perikanan senilai Rp 250 juta.
Selain memberikan bantuan, Menteri KP juga berkesempatan untuk meresmikan pasar ikan segar di Pantai Depok. Usai memberikan bantuan, ia bersama Wakil Gubernur DIY, Paku Alam IX, meninjau pameran hasil pelatihan nelayan dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Masyarakat (IPTEKMAS).
Sebelum acara di Pantai Depok, Menteri KP juga menyaksikan panen raya lele di Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul. KKP memberikan bantuan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) Perikanan Budidaya Tahun 2011 kepada lima belas kelompok pembudidaya Kabupaten Bantul senilai Rp 975 juta. Bantuan tersebut diserahkan kepada Bupati Bantul.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (HP. 0811836967)COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com