Hampir setiap orang punya dua hingga tiga kartu SIM saat ini, dan market bisnisnya masih besar namun dari sisi pendapatan pertumbuhannya hanya 5 hingga 6 persen saja,"
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Penetrasi broadband (pita lebar) Indonesia diprediksi akan meningkat tajam hingga 60 persen di tahun 2015.

Hal-hal yang mendorong banyaknya pemakaian broadband adalah  perangkat mobile yang berlayar kecil, turunnya harga handset, tren media sosial, dan perdagangan online.

Hal itu diungkapkan oleh Iwan Rahmat senior consultant praktisi ICT dari Frost & Sulivan di Jakarta dalam seminar bertajuk prediksi ICT (infomation,communication & technology) outlook 2012.

Menurut dia, penetrasi internet akan tumbuh 29.7 persen berdasarkan data CAGR tahun 2010-2015 dan koneksi data akan tumbuh 21.9 persen di tahun 2011 hingga 2016.

"Hal ini utamanya didorong oleh tren sosial media dan semua yang berbau online di ranah internet," ujar Iwan.

Dia mengemukakan jumlah kartu SIM yang beredar sudah melebihi jumlah penduduk Indonesia."Hampir setiap orang punya dua hingga tiga kartu SIM saat ini, dan market bisnisnya masih besar namun dari sisi pendapatan pertumbuhannya hanya 5 hingga 6 persen saja," ujarnya.

Ia juga mengutarakan bahwa ke depan perilaku konsumen komunikasi akan berubah, dulu orang ber-sms, sekarang mereka bisa melakukan tweet, bervideo chat, dan memberikan ucapan selamat ulang tahun lewat Facebook.

Sementara itu Setyanto P santosa chairman Mastel mengutarakan bahwa Indonesia adalah negara yang tercepat pertumbuhan ekonominya di bawah G20, dan pertumbuhan di bidang ICT perannya banyak dilakukan oleh non pemerintah.

"13 persen lebih dari pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi ICT, dan pengeluaran barang modal investasi ICT yang terbesar sekitar 5 hingga 6 miliar dolar pertahun," ujarnya

Menurutnya Mastel selalu mengingatkan pemerintah bahwa infrastruktur itu bukan jalan saja tetapi juga jaringan broadband (pita lebar).Kenaikan angka broadband cukup besar yang tadinya hanya 300 ribu sekarang sudah 3 juta, meskipun broadbandnya masih menggunakan wireless.

"Pengguna internet ada 50 juta di Indonesia dan kebanyakan penggunanya menggunakan internet mobile. Di tahun 2012 perubahan akan terjadi pada mobility internet, social networking, dan cloud computing dan itulah yang akan merubah lanskap industri." ungkapnya.

"Indonesia ini sudah salah kaprah internet broadband mobile itu di rancang untuk low traffic sedangkan yang cepat itu adalah yang fixed line," katanya.
(yud)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar