Tentara AS membawa rekan yang terluka akibat alat peledak buatan (IED) menuju helikoptar evakuasi medis dekat kota Marjah, provinsi Helmand dalam arsip foto 21 Agustus 2010. Para pemimpin panel negosiasi Senat AS mengatakan pada Senin (12/12). Mereka setuju untuk membekukan bantuan AS sebesar $700 juta untuk Pakistan hingga ada kepastian bantuan dalam memerangi alat peledak buatan di wilayah mereka. Alat ledak merupakan senjata paling efektif dalam melawan AS dan pasukan koalisi di Afghanistan.(REUTERS/Bob Strong/Files)

Berita Terkait
Kabul (ANTARA News) - Taliban pada hari Rabu menggunakan hari peringatan penarikan pasukan Uni Soyet dari Afghanistan pada 1989 untuk mengejek pasukan NATO pimpinan AS.

"Hari ini pada peringatan kejayaan ini, pasukan penyerbu AS dan sekutu koalisi mereka menghadapi kekalahan yang sama dengan pasukan penyerbu Rusia," kata Taliban dalam sebuah pernyataan di situs beritanya.

Pasukan Uni Sovyet diusir setelah pendudukan 10 tahun oleh jihad rakyat Afghanistan, kata pernyataan itu, yang membandingkannya dengan perjuangan satu dasawarsa mereka melawan pasukan NATO di Afghanistan.

Peringatan itu dirayakan sebagai hari libur umum di Afghanistan, dan saluran-saluran televisi berulang kali menayangkan gambar pasukan Uni Sovyet yang mundur ke seberang perbatasan 23 tahun lalu.

"Setelah 10 tahun bertempur dengan orang Afghanistan yang gigih, pasukan penyerbu Rusia menyadari bahwa mereka tidak bisa melanjutkan perang mereka," kata Taliban.

"Pada acara peringatan ini, orang egois Amerika harus mengkaji pelajaran dari kekalahan memalukan Uni Sovyet dan tidak lagi melakukan perang yang sia-sia," tambahnya.

Uni Sovyet menyerbu Afghanistan pada 1979 untuk menopang pemerintah komunis Kabul dan penarikan mereka menyulut perang saudara sengit yang mengarah pada penggulingan pemerintah pada 1992 dan kebangkitan Taliban, yang berkuasa pada 1996.
(M014)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar