Ratusan polisi "nakal" dipecat tiap tahun
Kamis, 16 Februari 2012 15:10 WIB | 2170 Views
Wakapolri Komjen Pol Nanan Soekarna (FOTO.ANTARA)
Kalau saya terbukti melanggar hukum, saya juga siap dipecat.
Berita Terkait
Palu (ANTARA News) - Wakil Kepala Polri Komjen Pol Nanan Sukarna menyebutkan setiap tahun ada 200 hingga 500 oknum polisi di seluruh Indonesia yang dipecat karena melakukan berbagai pelanggaran hukum, Kamis.
Olehnya, saat berkunjung ke Palu, Sulawesi Tengah, Nanan Sukarna meminta masyarakat untuk turut mengawasi polisi dan melaporkannya jika mendapati aparat yang melanggar hukum.
"Kalau saya terbukti melanggar hukum, saya juga siap dipecat," kata mantan Kepala Polda Kalimantan Barat ini.
Untuk menegakkan hukum di internal Polri, ia mengatakan tidak ada istilah tebang pilih.
Wakapolri mencontohkan, baru-baru ini Polri telah memecat Kapolres Boyolali yang kebetulan seorang wanita dan terbukti melakukan korupsi.
"Kami telah memecatnya dan menyerahkannya kepada kepada kejaksaan untuk diproses hukum," kata Nanan yang jabatan pertamanya di Polri adalah Kapolsek Tanggerang pada 1978 itu.
Ia mengakui, sebagian polisi dari 350 ribu personel di seluruh Indonesia ada yang berbuat melanggar hukum, dan itu menjadi sasaran empuk media untuk diberitakan.
Menurut dia, media juga jarang memberitakan hal yang baik-baik tentang polisi walaupun banyak aparat yang berprestasi.
Dia mengatakan, menjadi polisi itu adalah berat. Kalau sedang menangani unjuk rasa dan terdapat lemparan batu maka polisi harus menghindar.
"Jika membalas melempar batu maka dia akan menjadi tersanka," katanya.
Demikian pula saat polisi menggunakan senjata api. Menurut dia, polisi tidak boleh sembarangan menembak pelanggar hukum jika tidak ingin dicap sebagai pelanggar hak asasi manusia.
Wakapolri mengatakan saat ini Polri terus melakukan reformasi internal untuk menciptakan polisi sesuai harapan masyarakat sebagai pelayan dan pengayom.
Selain itu, dia juga meminta para pimpinan polri di daerah untuk lebih banyak turun ke lapangan melayani masyarakat, bukan di belakang meja untuk minta dilayani.
Kunjungan kerja Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna di Sulawesi Tengah juga didampingi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri Komjen Pol Imam Sujarwo, Asisten Operasioanl Kapolri Irjen Pol Badrodin Haiti, dan Direktur Pembinaan Masyarakat Polri Brigjen Pol Muhammad Irwan.
(R026)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com