Jakarta (ANTARA News) - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengatakan bahwa sampah antariksa roket milik Jepang, H2A, diperkirakan jatuh di lautan yang berada di antara Kutub Selatan dan Samudera Hindia pada Kamis pagi pukul 04.18 WIB.

"Bekas roket Jepang tersebut jatuh diperkirakan jatuh di laut yang berada di antara Kutub Selatan dan Samudera Hindia pada tadi pagi," ujar Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan, Prof Dr Thomas Djamaludin, Kamis.

Thomas mengatakan, Lapan tidak bisa memastikan di mana lokasi jatuh bekas roket itu dikarenakan tidak bisa dipantau oleh radar. Jika ketinggian roket berada di bawah 120 kilometer dari permukaan bumi, maka radar tidak bisa memantau keberadaan roket itu.

"Lintasan terakhir berada di wilayah Sumatera," tambah dia.

Namun hingga saat ini, lanjut Thomas, Lapan belum menerima informasi dari warga yang melihat bekas roket itu melintas. Lapan, lanjut dia, sangat menantikan informasi dari warga.

Bekas roket Jepang H2A berupa tabung ditaksir berdiameter empat meter dan panjang sekitar lima meter.

Thomas menambahkan, sebelumnya sejumlah wilayah di Tanah Air sudah pernah mendapatkan kiriman sampah roket milik Rusia yang jatuh di Gorontalo dan Lampung, kemudian milik China di Bengkulu.

Saat ini, lanjut Thomas, terdapat lebih dari 6.000 sampah antariksa berupa badan roket atau pecahan satelit atau roket yang masih melayang di angkasa.

Roket H2A merupakan roket komersial milik Jepang yang diluncurkan pertama kali pada 2001. Peluncuran roket itu dimaksudkan untuk mengintai aktivitas di Semenanjung Korea.

(I025)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar