Selasa, 29 Juli 2014

Presiden harap Situs Sangiran buka tabir evolusi manusia

Kamis, 16 Februari 2012 20:10 WIB | 1.717 Views
Presiden harap Situs Sangiran buka tabir evolusi manusia
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (FOTO ANTARA)
Sangiran, Sragen (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap agar Museum Manusia Purba Sangiran dapat membuka tabir evolusi manusia sejagad dan korelasi antara situs-situs manusia purba di seluruh dunia.

"(Museum) ini semoga dapat membuka tabir evolusi manusia sejagad dan korelasi apa yang ada di Indonesia dengan di negara-negara lain," kata Presiden Yudhoyono di Sangiran, Kabupaten Sragen, Kamis, saat meninjau koleksi museum yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya pada Desember 1996.

Presiden berharap museum tersebut dapat menarik banyak wisatawan dan pakar dari dalam maupun luar negeri sehingga penelitian tentang manusia purba dapat berkembang.

"Siapa pun yang berkunjung disini (saya harap) akan merasa bangga dan bersyukur akan ada yang bisa diceritakan bahwa negeri kita juga punya peradaban di waktu yang silam," katanya.

Lebih lanjut Presiden berpesan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M.Nuh agar pembangunan museum tersebut jangan tanggung-tanggung sehingga lebih banyak wisatawan yang datang.

Museum Manusia Purba Sangiran merupakan salah satu pusat evolusi manusia purba di dunia yang mencerminkan evolusi manusia, budaya dan lingkungan selama dua juta tahun.

Dalam paparannya Mendikbud M Nuh mengatakan bahwa museum itu memiliki informasi lebih dari 80 individu manusia takson Homo Erectus.

Luas situs Sangiran adalah sekitar 56 km persegi yang memiliki beragam fosil manusia purba, fauna dan peradaban.

"Rencana pengembangan situs Sangiran ada empat klaster yang rencananya selesai 2015 tadinya, kemudian diupayakan pada 2013," katanya.

Keempat klaster itu adalah Klaster Krikilan yang merupakan apresiasi sejarah peradaban manusia, Klaster Ngebung yang merupakan apresiasi sejarah penemuan fosil situs Sangiran, Klaster Bukuran yang berupa apresiasi akumulasi informasi temuan fosil Situs Sangiran dan Klaster Dayu yang merupakan ekskavasi fosil situs Sangiran dan penelitian muntahir.

Mendikbud berharap di masa mendatang Situs Sangiran dapat menjadi salah satu pusat evolusi manusia dan peradaban yang terpenting di dunia sekaligus pusat kajian evolusi manusia purba serta rujukan situs terbesar di Asia dan tujuan wisata edukasi.

Dalam kunjungan tersebut Presiden Yudhoyono didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Mendikbud M.Nuh, Menpora Andi Mallarangeng, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Pangestu dan para staf khusus.
(T.G003/A011)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga