Jika suatu negara mengharapkan lagi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, maka negara itu perlu berinvestasi dalam 'infrastruktur cerdas' karena tentunya masyarakat tidak ingin diabaikan dalam pembangunan,"
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Pembangunan berkelanjutan di abad ke-21 membutuhkan "infrastruktur cerdas" selain infrastruktur fisik, demikian disampaikan Koordinator Humanitarian PBB untuk Indonesia, El-Mostafa Benlamlih, dalam Hitachi Eco Conference 2012 di Jakarta, Kamis (16/2).

"Jika suatu negara mengharapkan lagi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, maka negara itu perlu berinvestasi dalam 'infrastruktur cerdas' karena tentunya masyarakat tidak ingin diabaikan dalam pembangunan," kata Benlamlih.

"Infrastruktur cerdas" sebagaimana disebut Benlamlih merupakan rangkaian sistem, pengetahuan, perencanaan, maupun penyediaan kebutuhan pendukung yang membantu penerapapan infrastruktur fisik.

"Di Jakarta misalnya, persoalan macet tidak akan selesai hanya dengan membangun jalan tol. Dibutuhkan pengelolaan sistem transportasi dan sistem pengelolaan banjir," kata Benlamlih.

Indonesia, menurut Benlamlih, akan berada di urutan ke-7 negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia pada 2050.

"Jika pemerintah dan pihak swasta tidak berinvestasi dalam infrastruktur yang lebih inklusif dan infrastruktur yang menjaga lingkungan, akan sulit bagi Indonesia maupun negara lain untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi," kata Benlamlih.
(I026)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar